src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rakan menjelaskan setiap hasil karyanya kepada pengunjung Atara Studio. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)CAHAYA lampu memancar dengan lembut pada setiap lukisan di Atara Studio, Jalan Al-Bina, Gg. Masyhuda 2. Ruangan berdinding putih polos itu disulap menjadi pameran seni yang memukau di Kabupaten Berau. Pengunjung terkesan dengan hasil karya Rakan pada pameran tunggal pertamanya yang bertajuk ‘Day Dream and Emotion’.
Seniman muda ini berdiri dan tersenyum hangat sambil menyampaikan cerita di balik setiap karyanya. Ada sekitar 22 karya seni lukis dan instalasi yang dipamerkan. Setiap langkah kaki membawa pengunjung ke dalam dunia yang penuh warna, bentuk dan makna. Mereka melihat, merasakan, serta mulai memahami setiap goresan pada lukisan tersebut.
Pemuda yang lahir di Sleman, Yogyakarta pada 14 Juni 2004 dan tumbuh besar di Berau, Kalimantan Timur ini mencoba untuk menangkap absurditas dunia mimpi yang dialami secara personal. Kemudian, ia menginterpretasikan dengan sisi emosional manusia. Dituangkan dalam bentuk visual dan bernuansa surealisme.
Sejak kecil, Rakan menyukai dunia warna dan garis. Hal tersebut telah menjadi tempat paling nyaman untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan. Baginya, melukis bukan hanya sekedar hobi, tetapi cara untuk mengenali diri dan memahami dunia sekitar. “Day dream and emotion Ini adalah pameran tunggal pertama saya,” ungkapnya.
Pria yang masih menempuh pendidikan di bidang desain interior ini mengatakan, menggambar dunia mimpi memberikannya kebebasan untuk menjelajah tanpa batas, tanpa kaidah yang mengikat. Merasakan emosi secara jujur apa adanya. Rakan mencoba untuk mengeksplorasi bentuk, warna, dan narasi secara lepas.
“Karya lukisan ada yang tahun 2024 dan 2025. Beberapa lukisan memang disiapkan untuk tema ini,” bebernya.
Pameran yang digelar selama 20 Agustus – 15 September 2025 ini menjadi titik awal dari pembukaan Atara Studio. Atara Studio adalah sebuah ruang pameran dan desain yang dirancang untuk menjadi titik temu gagasan, emosi, dan ekspresi visual. Buka pada hari Selasa-Minggu dari pukul 13.00 – 21.00 Wita, dengan Harga Tiket Masuk (HTM)-nya sebesar 20.000/visit.
“Jika dilihat dari logo Atara Studio ada dua objek yang mengisyaratkan antara ruang dan penikmat,” tuturnya.
Kata dia, di sinilah karya seni dan desain tidak hanya dipertontonkan saja, tetapi dihidupkan melalui pengalaman interaktif, kurasi yang naratif, dan atmosfer yang mengundang eksplorasi. Kehadiran Atara Studio di Berau menjadi galeri pameran seni yang dapat menggugah emosional pengunjung.
Sebagai pendiri Atara Studio, Rakan juga mengajak seniman-seniman di Bumi Batiwakkal (sebutan Kabupaten Berau) untuk menunjukkan eksistensi dengan memamerkan karya-karyanya. Ia ingin menjadi bagian dari semangat yang membangkitkan keberanian bagi para seniman muda untuk terus berkarya dengan jujur dan penuh makna.
“Studio ini bertujuan agar seniman di Berau punya wadah untuk mereka mengekspresikan atau memamerkan karya seninya agar lebih dikenal dan digemari oleh orang-orang penikmat seni ataupun orang-orang awam,” jelasnya.
Pengunjung duduk melingkar di ruangan. Berdiskusi bersama mengenai karya-karya Rakan. Ada yang kagum, tergugah, bertanya mengenai perjalanan kreatifnya, menyampaikan apresiasi, hingga sedih karena merasakan emosional pada karya lukisannya.
Rakan mengaku beberapa karya yang hadir ini merupakan interpretasi dari perasaan yang ia alami akhir-akhir ini. Kesedihan, amarah, kehilangan, penerimaan hingga kebahagiaan yang muncul secara samar namun hangat.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung setiap proses kreatif ini. “Saya berharap karya-karya yang dipamerkan di Atara Studio dapat menyentuh, menghibur, serta menggugah emosi setiap pengunjung yang datang,” demikian Rakan. (Riska)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya