23.1 C
Samarinda
Saturday, June 15, 2024

Januari-Agustus 2020, 600 Pasangan Menikah di KUA Samarinda Ulu

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Jumlah pasangan yang menikah di Kecamatan Samarinda Ulu menurun drastis di masa pandemi Covid-19.

Kantor Urusan Agama (KUA) wilayah Samarinda Ulu mencatat periode Maret hingga tanggal 1 September 2020, sebanyak 453 pasangan telah dinikahkan.

Jika dibanding dengan pengajuan akad nikah tahun lalu, terjadi jumlah penurunan hingga 40 persen.

Tercatat di KUA Samarinda Ulu, pada periode Januari hingga Desember 2019, pasangan yang sudah dinikahkan sebanyak 1.260 pasangan pengantin.

Sementara, periode Januari hingga 1 September 2020 tercatat yang telah menikah sebanyak 600 pasangan.

Diprediksi, Januari hingga Desember 2020 nanti, pasangan yang menikah di KUA Samarinda Ulu mencapai 800 pasangan.

Kepala KUA Kecamatan Samarinda Ulu Arifin mengakui penurunan jumlah pasangan yang mengajukan permohonan akad nikah terjadi sejak diberlakukannya pembatasan karena pandemi Covid-19.

“Berdasarkan imbauan dari Kementerian Agama, awal pandemi di bulan Maret lalu, pelayanan sempat kami tutup selama 15 hari. Kemudian ada edaran lagi untuk buka pelayanan,” ucapnya saat ditemui Headlinekaltim.co pada Selasa 1 September 2020, di ruang kerjanya.

Dirincikan Arifin, pada bulan Maret 2020 ada 86 pasangan menikah, bulan April sebanyak 57 pasangan, bulan Mei sebanyak 1 pasangan, bulan Juni sebanyak 107 pasangan, bulan Juli sebanyak 66 pasangan, Agustus sebanyak 134 pasangan dan tanggal 1 September ini menikah 2 pasangan.

“Biasanya bulan Maulid, awal Ramadan dan bulan haji banyak yang mengajukan nikah. Ya bulan Agustus itu. Istilahnya hari baik, padahal semua hari baik tinggal yang menjalani. Mitos aja itu. Kalau bulan Safar dan Muharram sedikit yang mengajukan pernikahan,” jelasnya.

KUA Samarinda Ulu tetap membuka layanan daftar manual dan online untuk pengajuan daftar nikah. Sedangkan proses selesai buku nikah, maksimal hingga 1 bulan, paling cepat 3 hari.

“Daftar manual untuk input ke online karena daftar online hanya untuk identifikasi, selebihnya tidak bisa karena harus masuk aplikasi lagi. Makanya berkas diajukan tetap secara offline. Nantinya akan disinkronkan dengan buku nikah untuk pencatatan tanggal,” terang dia.

Saat ini, tenaga penghulu di KUA Samarinda Ulu sebanyak 3 orang. Dari 3 orang penghulu tersebut dapat menikahkan maksimal sebanyak 10 pasangan pengantin setiap hari.

“Sebelum pandemi kemarin nikah wajib di KUA, jumlahnya dibatasi 10 orang tapi sejak pandemi di akad nikah dilakukan di luar KUA,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER