23.5 C
Samarinda
Monday, October 25, 2021

“Jalan Tikus” di Bawah Jembatan Mahkota II Jadi Alternatif Pengendara Motor

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pascapenutupan Jalan Pattimura di Kelurahan Mangkupalas, Kota Samarinda, usai longsoran susulan Rabu 9 September 2020 lalu, berimbas pada arus lalulintas masyarakat dari dan menuju dua kecamatan, Palaran dan Samarinda Seberang.

Akibatnya warga banyak yang mencari jalur alternatif untuk mempersingkat waktu perjalanan.

"Jalan Tikus" di Bawah Jembatan Mahkota II Jadi Alternatif Pengendara Motor
Pengendara harus bergantian karena jalur sempit. (FOTO: Ningsih)

Selain jalur gunung RCTI, ada jalur lain yang dilalui warga. Yaiti “jalan tikus” di bawah jembatan Mahkota II. Kedua jalur ini sama-sama membahayakan. Kondisi jalan sempit, rusak, licin dan becek saat hujan.

Pantauan di lokasi, “jalan tikus” di bawah Jembatan Mahkota II ini diakses pengendara lewat jalan kecil persis di samping Jembatan Mahkota II dari arah Palaran. Sedangkan dari arah Samarinda Seberang, jalur masuk kendaraan lewat Teluk Bajau.

Kondisi jalan sempit hanya bisa dilalui pemotor. Itupun harus bergantian karena lebar jalan sekitar satu meter. Permukaan jalan masih berupa tanah dan batu.

Namun, di beberapa titik, ada warga yang berjaga-jaga dan tak segan membantu pengguna jalan saat mengalami kendala.

“Jalan alternatif ini pilihan terbaik ketimbang harus mutar lewat jembatan Mahkota atau Stadion Palaran, jaraknya jauh, makan waktu,” kata Hendra (26) warga Jalan Rukun, Samarinda Seberang.

“Saya lebih pilih lewat sini daripada lewat jalan tembus dari Gunung RCTI. Sama-sama bahaya, tapi kalau lewat sini banyak temannya,” ucap Ridwan (22) warga Jalan Solo, Simpang Pasir.

Ridwan sendiri ternyata hampir setiap hari lewat “jalan tikus” ini. Alasannya, lebih mempersingkat waktu untuk sampai di lokasi kerjanya di salah satu minimarket yang ada di Jalan Patimura.

“”Tempat kerja saya di Mangkupalas sini, ya mau tidak mau lewat sini daripada mutar jauh,” kata dia.

Wati (41) warga Gotong Royong, bersama suaminya pun memilih nekat lewat jalur sempit tersebut. IRT beranak 3 ini bahkan mengaku pernah terpeleset saat lewat di jalan itu.

“Waktu itu nggak berani dibonceng, jalannya licin, saya turun jalan kaki, sempat terpeleset jatuh. Alhamdulillah, nggak apa-apa,” tuturnya.

Wati mengaku tak jera karena banyak juga warga yang melintas di bawah jembatan Mahkota II itu.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU