src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Abu, warga Muara Jawa saat melintas jalan alternatif setelah jalan poros Sanga-sanga Dondang dibangun pemerintah ambrol (foto: Ningsih) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni angkat suara terkait longsornya akses jalan utama penghubung Sangasanga-Dondang, Kabupaten Kukar.
Peristiwa tersebut langsung mendapat kritikan pedas dari Anggota DPRD Kaltim. Pasalnya, penyelesaian pembangunan jalan Sangasanga-Dondang tersebut baru dilakukan dan baru beberapa bulan dinikmati masyarakat. Namun sekarang jalan yang perbaikannya menggunakan anggaran yang cukup besar dari APBD Kaltim tersebut nyaris putus.
Disinyalir, longsor terjadi dikarenakan adanya aktivitas perusahaan tambang batu bara di lahan eks tambang yang berada tepat di sisi sebelah kiri jalan utama.
“Saya cek dari pihak PU, mudah-mudahan sudah ada yang ke sana. Tetap itu menjadi atensi kita, karena ini jalan umum, ” ujarnya, saat ditemui awak media usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Kaltim, Senin kemarin.
Dikatakannya, pembangunan dan perbaikan infrastruktur dan prasarana umum dilakukan pemerintah memang untuk memudahkan masyarakat.
“Kita buat prasarana umum untuk memudahkan akses masyarakat. Kita sangat maklum apa yang disampaikan Anggota Dewan, jangan sampai fasilitas yang digunakan masyarakat malah menjadi menyulitkan masyarakat, memang harusnya bisa bermanfaat bagi masyarakat, ” ujarnya.

Terkait desakan Anggota Dewan yang meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk dapat bersikap tegas terhadap perusahaan tambang yang diduga sebagai penyebab terjadinya longsor, Sri Wahyuni sepakat dengan hal tersebut.
“Itu aset dan keinginan untuk perusahaan memperbaiki itu nanti saya minta tim teknis meninjau, mereview kalau memang itu kewajiban, kewenangannya maka perusahaan punya tanggungjawab sosial juga untuk memperbaiki jalan lingkungan di daerah operasionalnya, ” katanya.
Sementara itu, dari pantauan Headlinekaltim.co di lokasi longsor jalan Sangasanga-Dondang pada Selasa 6 Juni 2023 terlihat, tepat di persimpangan jalan, beberapa meter dari akses jalan yang longsor ditutup seng. Kendaraan dialihkan menggunakan jalan yang ada di sisi kanan. Yang mana, jalan tersebut masih tanah, berdebu jika panas dan licin ketika hujan. Jalan alternatif tersebut kondisinya rusak, sehingga pengguna jalan harus berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraannya. Terlihat juga aktivitas alat berat yang memperbaiki jalan alternatif. Sementara itu, di lokasi jalan yang longsor dipasang pita kuning.
Abu, warga Muara Jawa yang juga pengguna kendaraan bermotor yang ditemui di lokasi mengatakan, karena jalan longsor, mereka terpaksa harus melintasi jalan alternatif yang berdebu.
“Sejak jalan longsor, kendaraan lewat jalur ini (jalan alternatif, red). Debu banyak kalau panas, tapi daripada kalau lewat jalan yang longsor itu lebih bahaya. Semoga jalannya cepat diperbaiki, karena kami setiap hari aktivitas selalu lewat jalan ini, pulang balik kerja lewat sini, ” katanya.
Penulis : Ningsih