src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin. (Foto: Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, rencana pengaspalan jalan di wilayah Talisayan terancam tidak maksimal. Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menegaskan pengaspalan di ibu kota Kecamatan Talisayan tetap harus menjadi prioritas, meski banyak usulan kampung yang dipangkas.
Dari total 502 usulan pembangunan yang diajukan 10 kampung, hanya sekitar 20 kegiatan yang tersisa setelah rasionalisasi anggaran. Namun, pengaspalan di kawasan pusat kecamatan tidak bisa disamakan dengan program lainnya.
“Ini bukan sekadar proyek fisik biasa. Talisayan itu pusat aktivitas kecamatan. Kalau jalannya rusak atau berlubang, dampaknya langsung terasa ke masyarakat,” ujarnya.
Thamrin menilai kondisi infrastruktur jalan di wilayah kota Talisayan harus dijaga. Terlebih lagi, daerah tersebut memiliki posisi strategis dan menjadi simpul kegiatan pemerintahan maupun sosial kemasyarakatan. Ia bahkan mengingatkan pentingnya kesiapan jalan menjelang kegiatan besar tingkat kecamatan.
“Kalau ada pawai atau kegiatan besar, jangan sampai peserta terjatuh karena jalan berlubang. Minimal pemeliharaan harus jalan kalau peningkatan belum bisa dilakukan,” tegasnya.
Menurutnya, dalam situasi fiskal yang terbatas akibat pemangkasan dana transfer pusat, pemerintah memang harus selektif. Namun, selektif bukan berarti mengabaikan kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan di pusat kecamatan.
Thamrin meminta dinas teknis menjadikan pengaspalan Talisayan sebagai catatan penting dalam pembahasan anggaran 2027. Ia menekankan bahwa pembangunan yang terfokus dan terarah jauh lebih efektif dibanding menyebar anggaran tipis-tipis tanpa dampak signifikan.
“Kalau memang tidak bisa banyak, setidaknya fokuskan di titik yang paling strategis. Dan untuk Talisayan, pengaspalan wilayah kota itu kebutuhan mendesak,” pungkasnya. (Adv24/Riska)