Beranda Samarinda Isu Penguburan Jenazah Pasien COVID-19 Berbiaya Besar, Nidya: Saya Kaget

Isu Penguburan Jenazah Pasien COVID-19 Berbiaya Besar, Nidya: Saya Kaget

Isu Penguburan Jenazah Pasien COVID-19 Berbiaya Besar, Nidya Saya Kaget - headlinekaltim.co
Anggota DPRD Kaltim Nidya Listiono. (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim Komisi II, Nidya Listiono lantang menanyakan soal anggaran penanganan pasien COVID-19 yang diisukan mencapai Rp 100 hingga Rp 300 juta per pasien. Pertanyaan itu disampaikannya kepada Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, dalam rapat paripurna DPRD Kaltim ke-25, Senin 14 September 2020.

Kepada awak media, Tyo sapaan akrabnya, mengatakan, dia menanyakan  hal ini mengingat anggaran penanganan COVID-19 di Kaltim dianggarkan sebesar Rp 500 juta. Isu yang berkembang luas di masyarakat, beber dia,  terkait biaya penanganan hingga penguburan pasien COVID-19 bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Namanya isu, harus dicek kebenarannya, jangan sampai jadi liar di masyarakat. Penanganan kasus COVID-19 itu biayanya sampai penguburan ratusan juta, saya kaget. Perasaan saya, pasien itu diisolasi, dikasih makanan enak, dikasih vitamin. Kalau sampai Rp 100 bahkan Rp 300 juta per orang, ngeri juga,” ungkap anggota Fraksi Golkar ini.

Advertisement

Ia berharap, pemerintah provinsi maupun OPD terkait dapat segera menindaklanjuti isu tersebut. “Makanya tadi ditanyakan, ditindaklanjuti komisi IV dengan OPD terkait. Tadi juga sudah disampaikan Pak Wagub untuk segera di-clearkan. Pak Wagub juga mengakui adanya kesalahan pencatatan saat adanya lonjakan, yang tadinya 5 jadi 10. Jadi yang kita tekankan adalah biayanya, tolong dong dirilis biayanya,” katanya.

“Artinya biar jelas, pemerintah juga punya ukuran, jangan sampai di masyarakat berkembang isu. Misalnya, tidak kena COVID-19 tapi dikubur dengan protokol COVID-19 karena ada biayanya yang dikeluarkan pemerintah kepada rumah sakit atau apapun. Itu akan jadi fitnah, kalau tidak diklarifikasi,” sambung dia lagi.

Listiono juga mengingatkan Pemerintah Provinsi Kaltim agar tidak mengabaikan  tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan COVID-19.

“Kasian teman-teman dari Dinas Kesehatan, tenaga medis sampai petugas penguburan, sudah mereka kerja, capek, resiko luar biasa, dituduh tidak-tidak. Nah ini yang saya mau klarifikasi supaya orang happy. Kita ucapkan terimakasih kepada garda terdepan, tim medis seluruh Indonesia sampai petugas penguburan, itu luar biasa. Isu itu kita cek lah, jangan-jangan oknum. Tidak ada yang berani tanya kan, makanya saya tanya di paripurna supaya jadi perhatian Pak Wagub,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement