Beranda BUMI ETAM Dibekuk! Pelaku yang Tebas Pengemudi Ojol hingga Nadi di Pergelangannya Putus

Dibekuk! Pelaku yang Tebas Pengemudi Ojol hingga Nadi di Pergelangannya Putus

Dibekuk! Pelaku yang Tebas Pengemudi Ojol hingga Nadi di Pergelangannya Putus - headlinekaltim.co
Pelaku saat dimintai keterangan oleh penyidik. (FOTO: Amin/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Personel Polsek Samarinda Ulu Polresta Samarinda, Kaltim, berhasil menangkap pelaku yang menebas pengemudi ojek online (Ojol) hingga urat nadi di pergelangannya putus.

Pelaku berusia 31 tahun, Ariaji Ardiansyah ditangkap di kawasan Sungai Keledang Jl Bung Tomo Gang Karet, Minggu 6 September 2020 pukul 23.00.

Kepala Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu Iptu M Ridwan menjelaskan peristiwa penimpasan  terjadi pada Minggu dini hari, sekitar pukul 01.30 WITA.

Advertisement

“Korban penganiayaan adalah pengemudi ojol Grab atas nama Haidir Maulana, 37 tahun, tinggal di Jl Danau Toba Gang 3. Korban saat kronologis kejadian menerima pesanan pelanggan membeli nasi goreng,” ujar Ridwan.

Pengemudi Ojol yang jadi korban saat di rumah sakit. (FOTO: istimewa)

Kala kejadian, tersangka datang dari arah Tenggarong di kawasan Air Putih mendekati motor dan memarahi korban. Adu mulut terjadi di persimpangan 4 Jl Suryanata dan Jl Juanda.

“Korban tidak menghiraukan pelaku. Akhirnya pelaku memberhentikan korban di Jl Suryanata dan Jl Juanda. Pelaku sempat memukul korban. Lalu, korban menghindar dan melawan. Sehingga, pelaku mengeluarkan senjata tajam dari tas,” ujar Ridwan.

Korban tak mengetahui pelaku mengayunkan senjata tajam. Dikiranya hanya kayu. Ternyata parang.

“Korban alami luka di telapak tangan kanan dan pergelangan tangan kiri. Atas kejadian ini, salah satu saksi melintas menolong korban dan mengejar pelaku ke Jl MT Haryono menggunakan mobil,” ujar Ridwan.

Meski tak sempat menangkap pelaku, saksi tersebut masih mengenali pelat nomor polisi motor pelaku. Polisi langsung melakukan penyelidikan motor tersebut.

Baca Juga  Honorer Diciduk karena Sabu, Ternyata Masuk DPO

“Ternyata motor digunakan pelaku adalah merk Yamaha Nmax warna hitam milik saudara Rini di Kecamatan Tabang. Keterangan Rini, motor itu digunakan oleh anaknya di Samarinda dan polisi berhasil menangkap pelaku,” ujar Ridwan.

Motif pelaku, dikatakan Ridwan, tak dilatari dendam. Pelaku dan korban tidak saling kenal.

“Pelaku habis minum minuman keras di Jongkang. Mungkin mabuk dan setiap orang ditemui selalu marah. Kemudian, ojol tidak terima dimarahi maka terjadi peristiwa ini,” kata Ridwan.

Bukan Pembegalan

Ridwan juga menegaskan, antara komunitas Ojol di Samarinda dengan pelaku juga tak punya persoalan apapun.

“Pelaku tidak ada hubungan dengan komunitas ojol. Tidak ada masalah dan tidak ada rasa dendam. Jadi karena faktor mabuk saja, pelaku mabuk seorang diri dan ojol grab lewat. Lalu bersinggungan. Jadi, perlu juga di garis bawahi, ini bukan kasus begal,” kata Ridwan.

Lebih lanjut, Ridwan mengatakan senjata tajam yang dibawa pelaku karena usai beraktivitas kebun di Jongkang. Pelaku dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Diketahui, pengemudi Ojol, Mahadir Maulana (35) warga Jalan Danau Toba, Kelurahan Sungai Pinang Luar diserang oleh orang tak dikenal saat melintas di perempatan Jalan Pangeran Suryanata-Jalan Juanda.

Korban mengalami luka akibat sabetan parang pelaku di kedua tangannya. Bahkan, korban nyaris tewas lantaran urat nadi tangan kirinya hampir putus.

Baca Juga  Edarkan Sabu, Dua Pria Asal Paser Diamankan di Hotel PPU

Oleh warga di lokasi kejadian, korban dilarikan ke rumah sakit. Kasus bermula ketika Mahadir akan mengantarkan orderan ke pelanggannya.

Setibanya di perempatan di lokasi kejadian, ia dipepet oleh seseorang tidak dikenal yang mengendarai motor Yamaha bernopol KT 5176 JV. Saat itu, pelaku mengancam korban, tetapi tak dihiraukan.

“Karena tidak dihiraukan, pelaku menghadang korban dan mengancam, dia mengatakan “komunitasmu itu mengganggu, jangan macam-macam, kalau tidak saya habisi kalian semua,” ucap Ridwan menirukan laporan korban.

Kemudian pelaku memukul korban. Korban sendiri bisa menghindar dan balik memukul pelaku untuk membela diri. Tanpa disangka, pelaku yang emosi langsung mengambil parang yang disembunyikan di balik pakaiannya dan menyerang korban.

Penulis: Amin

Komentar
Advertisement