src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Petugas Inafis Polresta Samarinda mengevakusi jenazah korban. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Seorang wanita bernama Siti Wahyuni (49) warga Jalan Gunung Lingai, Gang Sepakat, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, meninggal dunia saat antre di SPBU Jalan PM. Noor. Kecamatan Samarinda Utara. Jum’at 19 November 2021, sekitar pukul 05.20 WITA.
Korban tengah mengisi jeriken yang dibawa dengan motornya. Setelah 2 jeriken BBM terisi, tiba-tiba korban roboh tergeletak tak sadarkan diri. Setelah diperiksa oleh pihak SPBU ternyata korban sudah tidak bernyawa.
“Korban meninggal dunia,” ungkap Kasubnit Polresta Samarinda Aipda Harry Cahyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, unit Inafis Polresta Samarinda pun langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda ditemukannya kekerasan. Pada tubuh korban terdapat bekas operasi kanker payudara,” bebernya.
Dari TKP, pihak kepolisian mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Beat warna putih KT 6523 WK, uang tunai sebesar Rp 345 ribu, pakaian milik korban, 1 buah handphone merek Samsung, serta 10 buah jeriken ukuran 5 liter.
Suami korban bernama Sihar Ritonga mengatakan, beberapa hari terakhir istrinya selalui mengeluh tentang sakit yang dideritanya.
“Istri saya (Korban) selalu telponan sama anak saya kalau dia mengeluh sakit di bagian dadanya,” ujar Sihar.
Menurutnya, setiap pagi istrinya selalu mengantre di SPBU. Dia kerap membawa 10 liter jeriken untuk membeli jenis Pertalite.
“Iya, itu aktivitasnya sehari-hari, setiap pagi sekitar pukul 04.00 WITA, dia selalu berangkat ke SPBU untuk membeli pertalite di SPBU,” imbuhnya.
Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie guna dilakukan visum sebelum diserahkan pihak keluarga.
Penulis: Riski