src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> IKN Tegaskan Kunjungan ke Kawasan Inti Pemerintahan Gratis, Larangan Wisata Berbayar Dikeluarkan

IKN Tegaskan Kunjungan ke Kawasan Inti Pemerintahan Gratis, Larangan Wisata Berbayar Dikeluarkan

waktu baca 3 menit
Selasa, 29 Okt 2024 10:59 413 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, NUSANTARA – Otoritas Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya buka suara terkait viralnya tawaran paket wisata berbayar ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di media sosial. Dalam pernyataan resmi, Otorita IKN menegaskan bahwa kunjungan ke wilayah KIPP di Ibu Kota Nusantara tidak dipungut biaya. Masyarakat dapat mengunjungi lokasi ini secara gratis tanpa melalui pihak ketiga atau layanan berbayar.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyampaikan permintaan kepada pihak yang memanfaatkan kunjungan ini sebagai paket wisata komersial agar menghentikan praktik tersebut. “Kunjungan ke KIPP di IKN tidak dipungut biaya. Masyarakat dapat berkunjung secara gratis ke IKN tanpa melalui pihak manapun,” ungkap Troy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/10/2024) dilansir Liputan6.com.

Troy menjelaskan bahwa saat ini pembangunan fisik di KIPP masih berjalan intensif. Alat-alat berat, pekerja konstruksi, serta berbagai penyesuaian arah jalan masih dilakukan demi mempercepat pembangunan, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Oleh karena itu, pihak Otorita IKN meminta agar masyarakat mengikuti tata tertib kunjungan yang ada untuk menjaga kelancaran pembangunan.

“Kami mengingatkan, masih banyak pembangunan fisik yang melibatkan alat-alat berat dan pekerja di banyak lokasi. Oleh karenanya, kami minta masyarakat mematuhi tata tertib pengaturan kunjungan,” tambah Troy.

Panduan dan Aplikasi IKNOW untuk Kunjungan yang Teratur

IKN telah menetapkan alur dan waktu khusus bagi pengunjung yang ingin melihat progres pembangunan. Setiap hari, KIPP terbuka untuk kunjungan masyarakat mulai pukul 09:00 hingga 17:00 WITA, namun pengunjung diwajibkan terlebih dahulu mendaftar melalui aplikasi IKNOW. Aplikasi ini tersedia di Appstore untuk iOS dan Playstore untuk Android, dan menjadi langkah utama dalam manajemen kunjungan masyarakat.

Selama kunjungan, pengunjung dapat menjelajahi beberapa area publik seperti Plaza Seremoni Sumbu Kebangsaan Barat dan Taman Kusuma Bangsa Nusantara menggunakan layanan Electric Vehicle (EV) Bus. Fasilitas transportasi ini didampingi oleh petugas penghubung (Liason Officers) yang akan membantu dan mengatur kunjungan. Otoritas IKN juga menegaskan bahwa kendaraan pribadi atau umum tidak diperbolehkan masuk ke area KIPP tanpa izin resmi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai aturan dan tata tertib kunjungan, masyarakat dapat mengunduh aplikasi IKNOW atau mengunjungi tautan panduan kunjungan di situs resmi IKN.

Sebelumnya, pada pertemuan Kabinet Merah Putih di Magelang, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pengarahan mengenai kelanjutan pembangunan IKN. Presiden menargetkan pembangunan IKN rampung dalam empat tahun, sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai ibu kota baru yang modern dan siap menjadi pusat pemerintahan Indonesia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan, “Pak Presiden Prabowo memberikan arahan bahwa pembangunan IKN akan dilanjutkan dan diselesaikan dalam waktu empat tahun.” Presiden menekankan bahwa tidak ada keraguan dalam melanjutkan proyek IKN, yang dimulai sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, atau Jokowi.

Selain pembangunan gedung eksekutif yang saat ini sudah hampir selesai, Presiden Prabowo juga meminta agar gedung-gedung legislatif dan yudikatif dapat selesai dalam waktu yang telah ditargetkan. “Pak Prabowo berharap pada Agustus 2028 nanti Sidang Paripurna DPR/MPR bisa diselenggarakan di IKN, dan pelantikan Presiden serta Wakil Presiden pada tahun 2029 diadakan di IKN,” tutup Raja Juli.

Dengan adanya berbagai perkembangan di IKN, Otoritas IKN mengimbau agar masyarakat berpartisipasi secara positif dengan mengikuti alur kunjungan resmi. “Hentikan praktik-praktik pihak yang membuat paket wisata berbayar ke KIPP di IKN. Ibu Kota Nusantara adalah milik semua warga, milik bangsa Indonesia bahkan akan menjadi kota dunia untuk semua. Mohon tidak mengambil keuntungan untuk hal-hal seperti ini,” tegas Troy Pantouw.

Artikel Asli baca di Liputan6.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x