src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> IKN, Prospek Cerah Bisnis Penyediaan Bahan Pangan di Kukar

IKN, Prospek Cerah Bisnis Penyediaan Bahan Pangan di Kukar

2 minutes reading
Monday, 22 Aug 2022 17:29 406 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Pertanian (Faperta) Unikarta Marwan menyebut kehadiran IKN Nusantara di Kaltim sebagai prospek bisnis terhadap bisnis bahan pangan di Kukar.

“Pasti IKN berprospek cerah bagi pertumbuhan bisnis penyediaan bahan pangan di Kukar, ” sebut Marwan, Senin 22 Agustus 2022.

Saat ini saja, ribuan tenaga kerja datang ke wilayah IKN. Baik sebagai pekerja bangunan infrastruktur yang sedang berlangsung di IKN, serta kehadiran ribuan tenaga ASN bakal pindah ke IKN Nusantara.

Marwan menilai kondisi ini patut dicermati oleh masyarakat Kukar. Sebagai daerah penyangga ekonomi pertanian kawasan IKN, hal paling penting adalah bagaimana masyarakat Kukar siap sebagai penyedia kebutuhan bahan pangan.

“Sayangnya, kondisi saat ini, meski Kukar lumbung pangan Kaltim, tapi masih datangkan tambahan bahan pangan dari luar Kaltim seperti Jatim dan Sulsel, ” paparnya.

Dengan kondisi riil yang ada, seharusnya masyarakat Kukar termotivasi untuk berpikir secara makro yakni untuk kembali ke bisnis pertanian, padi, jagung, kedelai, kacang hijau, buah, dan sayur mayur.

Diketahui, Pemkab Kukar sudah telah menetapkan lima Kecamatan sebagai kawasan strategis lumbung bahan pangan di Kukar, yakni meliputi Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Sebulu dan Muara Kaman.

kata dia, itu bisa menjadi sia-sia jika tidak ada kebijakan Bupati Kukar untuk melindungi lahan pertanian yang ada di lima Kecamatan tersebut.

“Lima lumbung pangan, tapi pertambangan batu bara baik legal dan ilegal lumayan masif. Alih fungsi lahan pertanian menjadi pertambangan semakin meluas,” jelasnya.

Sebagai Ketua IKA Faperta Unikarta, Marwan mengimbau dan mengajak seluruh alumni untuk kembali ke pertanian dalam arti luas.

“Alumni Faperta Unikarta harus mengajak keluarganya gemar bertani, dan jangan menjual lahan pertanian yang dimiliki, apalagi dijadikan pertambangan, ” pungkasnya.

Penulis: Andri

LAINNYA
x