src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. (sumber: VOI.id) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sejak kasus pelecehan seksual oknum Camat di Kukar kepada pegawai honorer mencuat ke publik, ada pihak yang menjanjikan keluarga korban untuk berdamai dan mencabut laporan di kepolisian. Janji yang ditawarkan juga tidak tanggung-tanggung.
“Ada orang perwakilan oknum Camat yang nelponi kami, minta berdamai dan cabut laporan. Janjinya, nanti anak saya dijadikan PNS dan diberi mobil,” sebut ibu korban pelecehan seksual, Ni, Jumat 26 Mei 2023.
Namun tawaran tersebut ditolak keluarga korban dan kekeh menempuh jalur hukum.
“Tetap, kita ingin ada proses hukum kepada oknum tersebut,” ucap Ni.
Atas kejadian tidak mengenakan tersebut, korban sejak 3 Mei 2023 alami trauma dan tak masuk kantor untuk bekerja. Dia lebih banyak di rumah.
Hari ini, keluarga korban hadir dalam penyelidikan di Reskrim Polres Kukar.”Tadi kami beri tambahan keterangan baru,” tegas Ni kepada Media.
Proses selanjutnya, tambah Ni, polisi membutuhkan tambahan saksi baru untuk mengungkapkan dan menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan.
“Karena setelah kejadian pelecehan seksual, pekerjaan memberesi arsip masih berlangsung oleh beberapa staf, dan ini akan dimintai keterangan tambahan sebagai saksi,” paparnya.(Andri)