src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Heboh Penumpang Qantas Tercengang Akibat Pemutaran Film Dewasa Selama Penerbangan

Heboh Penumpang Qantas Tercengang Akibat Pemutaran Film Dewasa Selama Penerbangan

2 minutes reading
Tuesday, 8 Oct 2024 13:34 216 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Sebuah insiden mengejutkan terjadi pada penerbangan maskapai Qantas dari Australia ke Jepang, di mana penumpang dikejutkan oleh pemutaran film dewasa yang tidak pantas selama hampir sepanjang penerbangan. Kejadian ini terjadi karena masalah teknis yang menyebabkan film yang diputar tidak bisa diubah oleh penumpang.

Menurut laporan news.com.au dikutip Cnnindonesia.com, insiden bermula ketika kru kabin bertanya kepada seorang penumpang mengenai film yang ingin mereka tonton, namun secara tidak sengaja memutar film Daddio (2023) yang dibintangi Dakota Johnson dan Sean Penn, ke seluruh layar penumpang. Film ini, yang mengandung ketelanjangan grafis dan materi seksual eksplisit, tidak dapat dihentikan atau diganti oleh penumpang di layar masing-masing kursi.

Seorang penumpang yang terkejut membagikan pengalamannya di Reddit, mengatakan bahwa film tersebut menampilkan adegan-adegan tidak senonoh yang membuat situasi menjadi sangat tidak nyaman, terutama bagi penumpang yang bepergian bersama keluarga dan anak-anak.

“Film yang sangat tidak senonoh ini menampilkan banyak adegan ketelanjangan dan sexting yang eksplisit, dan tidak ada cara untuk menjeda, mematikan, atau meredupkannya,” ujar penumpang tersebut.

Penumpang lainnya juga menyampaikan kekecewaannya terhadap maskapai besar seperti Qantas yang seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih film yang diputar selama penerbangan. Setelah hampir satu jam, kru pesawat akhirnya mengganti film tersebut dengan film yang lebih ramah anak, meskipun kerusakan sudah terjadi.

Qantas mengonfirmasi insiden ini dan meminta maaf kepada seluruh penumpang yang merasa terganggu oleh tayangan tersebut. Juru bicara Qantas menyatakan bahwa masalah teknis menyebabkan pilihan film individual tidak berfungsi, dan ketika kru menyadari film yang diputar tidak sesuai, mereka segera mengganti film tersebut dengan konten yang lebih aman untuk semua penumpang.

“Film itu jelas tidak cocok untuk penerbangan, dan kami dengan tulus meminta maaf atas pengalaman yang tidak menyenangkan ini. Kami sedang meninjau proses pemilihan film untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” ujar juru bicara Qantas.

Artikel Asli baca di Cnnindonesia.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x