Beranda Bisnis Harga Emas Perhiasan Kembali Meroket

Harga Emas Perhiasan Kembali Meroket

Harga Emas Perhiasan Kembali Meroket
Emas perhiasan mengalami kenaikan harga.
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sejak tiga minggu terakhir, harga emas perhiasan kembali meroket. Kenaikan berkisar antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per gramnya tergantung kadar emas.

Harga emas perhiasan kadar 24 karat dibanderol Rp 990 ribu per gram. Emas kadar 23 karat dijual Rp 800 ribu lebih per gramnya sudah termasuk ongkos. Harga ini naik dari sebelumnya, yang dijual Rp 700 ribu per gram.

Emas kadar 22 karat sebelumnya dijual seharga Rp 600 ribu per gram, kini naik menjadi Rp 650 ribu sampai Rp 670 ribu per gram. Emas 420 atau emas kadar 20 karat dijual Rp 450 ribu per gram, naik dari harga sebelumnya Rp 380 ribu per gram.

Advertisement

Sedangkan emas 375 atau sering disebut emas muda ini ditawarkan Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu per gram, naik dari Rp 330 ribu per gram.

Ketika akan menjual kembali emas perhiasannya, maka toko akan memotong biaya ongkos antara Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per gramnya.

Bahkan, ketika transaksi penjualan kembali oleh konsumen ke toko emas tanpa dilengkapi surat pembelian, ongkos yang dibebankan bisa mencapai lebih dari Rp 60 ribu.

Demikian pula ketika emas perhiasan rusak atau cacat, pemotongan ongkos lebih besar. Misalnya emas perhiasan yang hilang batu “matanya”.

Warga lebih banyak menjual perhiasannya.

Pantauan di beberapa toko emas yang berada di kawasan Pasar Pagi Jalan Panglima Batur dan pertokoan emas Pasar Pagi lantai dua pada Kamis (30/7/2020), aktivitas transaksi jual beli terlihat lengang.

Padahal, saat itu sehari jelang lebaran Iduladha di mana kerap transaksi cenderung naik dari hari biasanya. Hal itu disebabkan naiknya harga emas perhiasan dan turunnya daya beli konsumen.

“Sudah tiga mingguan ini harga emas perhiasan naik. Tapi kalau dulu dekat lebaran biar harga emas naik, tetap banyak yang beli, sekarang sepi,” kata karyawan Toko Emas Sejati.

Hal senada juga dialami Toko Emas Bahagia. Hari itu, lebih banyak konsumen yang menjual emasnya dibandingkan membeli emas.

“Harga emas lagi naik, jadi banyak yang jual emas dibandingkan yang beli. Tapi tetap ada juga konsumen yang beli,” tutur pemilik toko.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement