src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Gubernur menyerahkan tumpeng kepada Ketua TP PKK Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor. (foto: Istimewa) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor membuka acara puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG PKK) ke-49 dan pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-18 sekaligus pembukaan Rapat Kerja Daerah VI TP PKK tahun 2021 di Ruang Ruhui Rahayu lantai 1 Kantor Gubernur Kaltim, Senin 5 April 2021.
Acara tersebut juga diiikuti secara virtual yang dihadiri oleh seluruh unsur Forkopimda Kaltim.
Gubernur Isran Noor mengatakan, PKK memiliki peran yang sangat besar sebagai mitra pemerintah. Untuk itu, dia berharap antara pemerintah daerah dan PKK dapat terus bersinergi, berkoordinasi dengan baik untuk membantu mensukseskan program-program yang dibangun oleh pemerintah.
“Jika urusan PKK lancar berjalan maka urusan dinas tidak ada lagi, karena dia (PKK) sudah bergerak dalam bidang itu semua. Saya berharap agar koordinasi yang baik antara penggerak PKK serta dapat berkoordinasi dengan semua pihak dari dinas, badan di daerah sampai level paling bawah sehingga akan terbentuk hasil yang jelas,” kata Gubernur Isran Noor.
PKK, diakui Gubernur, memang tidak memiliki anggaran khusus. Namun begitu, kerja-kerja dari PKK mendapatkan dukungan penuh dari instansi atau badan dan instansi vertikal yang berkaitan dengannya.
“Mereka tidak punya anggaran sendiri, tapi anggarannya nyantol di instansi, badan terkait termasuk instansi vertikal setengah otonom, seperti BKKBN,” ujarnya.
Mantan Bupati Kutim ini meyakini, jika koordinasi antara pemerintah dengan PKK dapat berjalan dengan baik, maka
banyak program-program pemerintah dapat tercapai dengan mudah.
“Bagaimana program pencegahan COVID-19, tidak lepas dari tim penggerak PKK. Saya berharap Dinas Kesehatan , Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bapenda, Dinas Kependudukan, Dinsos bisa masuk di sana,” katanya.
“Sebenarnya pekerjaan PKK tidak kurang. Dulu ada istilah PKK “perempuan kurang kerjaan”, justru dia kelebihan kerjaan . Kalau ini dikerjakan, ini sangat mendasar dibanding asal pekerjaan selesai. Wujud gotong royong terjadi,” sambungnya.
Termasuk program penting yang juga sedang digalakkan oleh pemerintah yaitu pencegahan anak stunting, diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik bersama dengan PKK.
Untuk itu, Gubernur meminta pendataan keluarga tahun 2021 yang dilaksanakan oleh BKKBN dapat terlaksana dengan baik sehingga dari sana diharapkan dapat terpantau data-data warga, mulai dari pendataan ibu hamil hingga kegiatan Posyandu.
“Kota secara struktural tenaga kesehatan di daerah dan desa, sangat banyak yang bisa memonitor, jika koordinasi dilaksanakan dengan baik untuk pendataan keluarga tahun 2021,” ujarnya.
Ketua TP PKK Provinsi Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor mengatakan, program kegiatan penurunan stunting di Kaltim telah dilakukan dengan menggandeng beberapa dinas pemerintahan. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi gemar makanan bergizi bagi balita.
Program lainnya, lanjut Norbaiti, yaitu bersama pemerintah untuk melaksanakan pembangunan nasional dan daerah. Walaupun hal itu tidak mudah karena banyaknya masalah dan kendala yang ada saat ini.
“PKK sebagai mitra harus bersinergi dengan pemerintah. Berbagai program juga telah kita laksanakan. Diantaranya berkaitan dengan masalah stunting. Kita bekerjasama dengan pemerintah daerah hingga tingkat yang paling rendah untuk mensosialisasikan, memberikan edukasi kepada masyarakat apa itu stunting dan cara pencegahannya,” pungkasnya.
Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal