src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gubernur Klaim Tekan COVID-19 di Kaltim

Gubernur Klaim Tekan COVID-19 di Kaltim

2 minutes reading
Thursday, 15 Oct 2020 15:54 204 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengklaim dapat menekan angka kasus COVID-19 dalam 23 hari terakhir. Itu terbukti dari angka mortality rate mengalami penurunan dan tingkat kesembuhan bertambah.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan penurunan penyebaran COVID-19 di Kaltim terjadi karena adanya kerja sama semua pihak yang serius menghentikan penyebaran virus.

“Dalam 23 hari menurun. Jadi kita berharap secara keseluruhan yang namanya mortality rate sudah turun, kemudian kesembuhan bagus, kan begitu. Kita menyampaikan informasi ke masyarakat untuk menjaga jarak, jaga kebersihan, pakai masker, hindari kumpul-kumpul,” ucapnya saat menggelar konferensi pers, Rabu 14 Oktober 2020 di halaman gedung Makorem 091/ASN.

Orang nomor satu di Kaltim ini juga memuji langkah-langkah kreativitas dan inovasi yang dilakukan TNI untuk “memerangi” COVID-19. Terutama di daerah-daerah pinggiran.

Isran menyinggung dampak pandemi yang menyebabkan aktivitas belajar mengajar terganggu sehingga pemerintah menetapkan sistem belajar daring.

Sayangnya, tidak semua anak peserta didik dapat belajar daring karena terkendala blank spot.

“Pinggiran kita tetap perhatikan. Ada motor yang bergerak untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Ini juga, buku-buku pelajaran, TNI bukan guru, jadi guru. Itu daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan. Luar biasa benar,” kata Isran.

Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto menyebut kegiatan teritorial merupakan aksi lanjutan dari aksi rapat-rapat bersama jajaran Forkopimda Kaltim untuk mengevaluasi perkembangan COVID-19 di Kaltim.

Strategi-stratrgi yang dilakukan TNI, lanjut Mayjend TNI Heri Wiranto, diantaranya berupaya untuk mengubah dan mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku. Kemudian menurunkan angka positif COVID-19. Recovery-nya angka kesembuhan mengalami kenaikan. Angka kematian dicegah.

“Beberapa hari ini terjadi penurunan cukup lumayan. Di awal Oktober sekitar 319 kasus, sekarang sudah menurun 60 kasus dan terus berangsur turun,” rincinya.

Mayjen Heri menyampaikan harapannya kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan perbaikan cara menangani atau melakukan treatment kepada penderita COVID-19, sehingga dapat memperkecil angka kematian.

Disinggung soal masih adanya masyarakat yang terjaring dalam operasi yustisi hingga mencapai 2.000 orang, dia menegaskan, operasi hanya untuk mengubah perilaku.

Memang, banyak masyarakat yang belum memahami dan melaksanakan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Memang angkanya cukup tajam, tapi masih dalam batas toleransi karena kita lakukan operasi yustisi mulai dari pertengahan September kemudian berjalan Oktober, dan terjaring beberapa orang. Kita sifatnya mengingatkan masyarakat saat menghadapi COVID-19,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x