src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Eko Elyasmoko (foto: Istimewa/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pantia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Samarinda melakukan rapat bersama Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Rabu 21 April 2021.
Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Ketua Pansus LKPJ Eko Elyasmoko, serta di hadiri oleh OPD terkait.
Eko Elyasmoko mengatakan, bahwa LKPJ dari segi anggaran sudah sesuai, namun ada sedikit data yang harus di recofusing.
“Ini dari segi anggaran sesuai saja, cuma tadi ada selisih data recofusingnya, datanya sudah dilampirkan ke kita. Bahwasanya mereka tetap meminta dukungan anggaran,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya.
Menyoroti LKPJ Walikota, DPRD Samarinda turut memantau area blank spot di wilayah kota yang membuat peserta didik pembelajaran daring terhambat. Sehingga pembelajaran tatap muka di area tersebut mesti didorong.
“Karena masih banyak sekolah di samarinda ini yang masih blank spot area, ada juga sidak dari komisi 4 untuk datang ke sekolah tersebut. Karena kalau belajar online, kualitas sinyal disana tidak bagus makanya tetap di fokuskan ke sekolah tatap muka,” sambungnya.
Eko menjelaskan bahwa pihaknya memang tidak bisa memaksakan anggaran untuk area sekolah yang blankspot. Namun, dirinya berharap agar sekolah tatap muka bisa dijalankan secepatnya.
“Ya, kalau untuk blank spot kita gak bisa paksakan signal kan. Namun saya berharap kalau bisa dijalakan secepatnya belajar tatap muka, itu artinya tinggal dari orang tua murid dan sekolah aja lagi, bawasanya kalau kegiatan KBM tidak berjalan kan kasian juga,” pungkasnya. (ADV)
Penulis: Riski
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim