src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Finalis Tahfidz Putra, Helfan Rusydi, bersama tim panitia PTQ 2026 RRI Samarinda. (foto: RRI/zul)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Finalis Tahfidz Putra, Helfan Rusydi, resmi diberangkatkan menuju Jakarta untuk mengikuti Grand Final tingkat nasional Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) 2026. Ia dipercaya mewakili Koordinator Wilayah Nusantara VIII setelah lolos dari rangkaian seleksi ketat dan bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai daerah. Momentum keberangkatan finalis tahfidz PTQ 2026 Samarinda ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan daerah asalnya.
Dilansir dari RRI Samarinda, Pelepasan peserta dilakukan pada Kamis, 26 Februari 2026 melalui Bandara APT Pranoto Samarinda. Suasana haru mengiringi langkah finalis tahfidz PTQ 2026 Samarinda saat doa dan dukungan mengalir dari keluarga serta panitia. Keberangkatan tersebut tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengemban amanah daerah di panggung nasional.
Ajang PTQ merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia sebagai bagian dari syiar Islam dan pembinaan generasi muda Qur’ani. Melalui PTQ, para qari dan hafidz muda diberi ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus meneguhkan nilai keislaman di tengah arus modernisasi. Partisipasi finalis tahfidz PTQ 2026 Samarinda diharapkan memperkuat tradisi prestasi daerah dalam ajang keagamaan.
Helfan mengaku bersyukur bisa langsung menembus babak final nasional meski baru pertama kali mengikuti kompetisi ini. Kesempatan tersebut disebutnya sebagai pengalaman berharga sekaligus motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan penampilan. Persiapan finalis tahfidz PTQ 2026 Samarinda kini difokuskan pada penguatan mental dan konsistensi murojaah jelang tampil di hadapan dewan juri nasional.
“Alhamdulillah senang, karena baru pertama kali ikut PTQ RRI dan langsung terpilih ke final nasional,” ujarnya.
Diketahui, Helfan telah menghafal 15 juz Al-Qur’an. Menjelang kompetisi nasional, finalis tahfidz PTQ 2026 Samarinda memusatkan latihan pada ayat-ayat mutasyabihat yang memiliki kemiripan redaksi dan membutuhkan ketelitian tinggi. Strategi ini dipilih agar hafalan tetap solid saat tampil di panggung final.
Konsistensi dan disiplin menjadi kunci yang ia pegang. Rutinitas murojaah dilakukan sejak selepas Subuh hingga menjelang siang, dilanjutkan kembali setelah Zuhur dan Asar, bahkan hingga malam hari. Pola latihan ini menjadi fondasi utama kesiapan finalis tahfidz PTQ 2026 Samarinda menghadapi persaingan nasional.
Selain itu, Helfan menetapkan target harian dalam proses murojaah sebagai komitmen pribadi. Ia memilih menunda aktivitas lain bila target belum tercapai, karena menjaga istiqomah dinilai menjadi tantangan terbesar generasi muda dalam menghafal Al-Qur’an. Ketekunan finalis tahfidz PTQ 2026 Samarinda diharapkan menjadi teladan bagi remaja lainnya.
Melalui partisipasinya di PTQ 2026, finalis tahfidz PTQ 2026 Samarinda berharap dapat menginspirasi generasi muda agar lebih dekat dengan Al-Qur’an dan berani berprestasi di tingkat nasional. Dukungan masyarakat Samarinda pun mengalir sebagai energi moral bagi Helfan untuk tampil maksimal di Jakarta.
“Harapannya bisa terus berkembang dan menjadi motivasi bagi teman-teman lain agar semangat menjadi hafiz serta membanggakan orang tua dan masyarakat,” katanya.