src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
RDP antara FGSS dengan Komisi IV DPRD Kukar.(Sumber : Andri Headlinekaltim)

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Puluhan guru yang mengatas namakan Forum Guru Sekolah Swasta (FGSS) Kukar menghadiri Rapat Dengar Pendapat(RDP) dengan Komisi IV DPRD Kukar, Senin 21 Juli 2025. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV Andi Faisal beserta anggota lainnya.
RDP dengan agenda tuntutan mendengarkan usulan peningkatan insentif daerah yang diterima guru swasta. “Guru sekolah swasta yang mengabdi di Kukar hanya menerima insentif Rp 900 ribu per bulannya dari APBD. Jauh sekali dengan insentif yang diterima guru PNS dan P3K,” sebut Ketua FGSS Kukar, Bahrul.
Padahal, tambah Bahrul, guru sekolah swasta dan negeri memiliki tugas yang sama dengan beban kerjanya yang sama. Tapi kenapa besaran insentifnya berbeda. “Dengan guru P3K, insentifnya Rp 2,6 juta per bulan, sedangkan kami hanya Rp 900 ribu yang bertugas di Tenggarong. Kan jauh sekali perbedaannya,” ujarnya.
Insentif yang diterima guru swasta juga dibedakan berdasarkan jarak kecamatan, tapi juga tidak terlalu besar. Seperti di Kecamatan Tenggarong Seberang Rp 1 juta per bulan. Sedangkan di Kota Bangun dengan kisaran Rp 1,2 juta per bulannya. “Selama 20 tahun mengabdi, ada kenaikan baru satu kali, dari Rp 750 ribu menjadi Rp 900 ribu,” ungkapnya.
Andi Faisal mengakui ada kesenjangan pendapatan yang diterima antara guru sekolah swasta dengan guru yang mengajar berstatus PNS dan P3K. Besaran gaji pokok yang diterima guru swasta juga memprihatinkan.
“Sudah dibayar Rp 200 ribu per bulan oleh yayasan, dibayarnya per tiga bulan sekali. Ini kan memprihatinkan,” ucapnya.
Dengan kondisi APBD yang besar, Andi Faisal meyakini bisa dilakukan penyesuaian besaran insentif yang diterima guru swasta. “Kalau insentif guru swasta ditambah Rp 500 ribu dari yang diterima. Dikali sebanyak 2.658 guru swasta se-Kukar, maka pengeluaran hanya ditambah Rp 1,3 miliar per bulannya,” tegasnya.(ADV02/Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya