src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dispar Berau Terus Putar Otak, Baru Empat Destinasi Wisata yang Sumbang PAD

Dispar Berau Terus Putar Otak, Baru Empat Destinasi Wisata yang Sumbang PAD

waktu baca 2 menit
Kamis, 29 Jan 2026 17:29 103 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, dari 14 destinasi wisata yang masuk dalam target pengelolaan daerah, baru empat yang tercatat memberikan pemasukan kas daerah.

Empat destinasi wisata yang telah memberikan kontribusi PAD bagi Kabupaten Berau yakni Keraton Sambaliung, Museum Batiwakkal, Air Panas Pemapak Bapinang, dan Labuan Cermin.

Kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten Berau dinilai masih tergolong rendah. Oleh karena itu, diperlukan berbagai langkah konkret untuk memaksimalkan potensi sektor pariwisata Berau.

Kepala Bidang Bina Usaha Jasa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Berau, Nurjatiah menyampaikan, sebagai langkah optimalisasi pendapatan tahun 2026, pihaknya akan fokus pada kios suvenir dan kuliner di kawasan wisata Tanjung Batu.

Dalam waktu dekat, Disbudpar Berau akan melakukan sosialisasi peraturan daerah (Perda) kepada para pelaku usaha. “Kemudian bulan depannya akan mulai dilakukan penarikan retribusi,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan rencana pengembangan penarikan PAD dari destinasi wisata, salah satunya Air Terjun Nyalimah di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan secara bertahap dengan mengkaji kesiapan sarana prasarana, fasilitas, sumber daya manusia hingga pengelolaan destinasi wisata. “Itu semua perlu dipersiapkan agar penarikan retribusi bisa berjalan maksimal,” tuturnya.

Nurjatiah mengakui, selama tahun 2024 – 2026,  baru ada empat destinasi wisata yang bisa memberikan kontribusi terhadap PAD. Hal tersebut juga mempertimbangkan jumlah kunjungan wisatawan. Namun, destinasi lain tetap masuk dalam perencanaan pengembangan ke depan. “Bukan berarti destinasi lainnya kita abaikan, tetap masuk dalam rencana,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan akan semakin banyak destinasi wisata yang dapat dikelola dengan maksimal guna berkontribusi terhadap PAD Bumi Batiwakkal. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x