src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik (foto: Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kepala Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Muhammad Taufik mengungkapkan kondisi keuangan pemerintah tahun 2021 yang menurun berdampak dengan alokasi pupuk subsidi untuk petani.
Saat ini, Pemkab Kukar hanya bisa menyediakan pupuk subsidi 5.500 ton dari kebutuhan petani sebesar 9000 ton. Dengan APBD Kukar Tahun 2021 yang turun, dipastikan kekurangan pupuk bersubsidi masih terjadi.
“Jadi tiap tahun pasti kekurangan pupuk. (Padahal) realitas di lapangan, petani sangat terbantu dengan bantuan pupuk bersubsidi dari Pemkab,” ucap Kadis Perkebunan Kukar, Muhammad Taufik, belum lama ini.
Pada tahun ini, dimulai regulasi baru penyaluran pupuk bersubsidi. Dimana petani mengisi dan menyusun Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) secara online sebagai syarat penerima bantuan pupuk bersubsidi.
“Dan juga ada kios, yang tidak mau mendahulukan, tunggu dana bantuan pupuk dibayarkan dulu, baru dikasihkan pupuknya ke petani, ” jelasnya.
Kelangkaan dan mahalnya harga pupuk, sering dikeluhkan para petani, melalui Anggota DPRD Kukar Supriyadi yang laksanakan reses belum lama ini ke wilayah sentra pertanian yang ada di Kecamatan Loa Kulu dan Loa Janan, mengeluh pupuk sangat langka.
“Banyak yang mengadu ke saya, pupuk bersubsidi sulit dicari, pas ada juga harganya mahal. Bukan hanya pupuk, obat-obatan pertanian juga senasib, harganya melambung tinggi, ini membuat kita prihatin, ” ujar Politisi PAN ini.
Mahalnya harga pupuk diakui salah satu petani Tenggarong, Heri, namun dirinya mengakali dengan membuat pupuk organik, dari bahan limbah rumah tangga keluarganya, serta bahan-bahan yang ada disekitar lingkungan rumah, yang kualitas pupuk organik tidak kalah dengan pupuk kimia.
Penulis: Andri
Editor: Amin