src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Kutai Kertanegara Edi Damansyah HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Saat ini, Dinsos Kukar terus melakukan penajaman program penanggulangan kemiskinan. Hal ini agar program-program kemiskinan bisa terintegrasi ke seluruh stakeholder OPD dan pihak ketiga. Seperti dari TJS, program CSR, lembaga keuangan masyarakat lainnya.
“Langkah awalnya, dilakukan sinkronisasi data kemiskinan yang dilakukan tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Puskesos,” ucap Hamly, Rakornis penanggulangan kemiskinan belum lama ini.
Hamly menyebut, sesuai arahan Bupati Kukar Edi Damansyah, Dinsos harus menyampaikan hasil pendataan tersebut, kepada OPD terkait yang memerlukan data. Sehingga bisa memberikan bantuan sesuai data yang telah tersedia. Dengan adanya data orang di bawah garis kemiskinan akan dibantu sesuai dengan kebutuhannya.
“Jika faktor kemiskinan permodalan usaha, maka akan dibantu modal usaha. Jika faktor kemiskinannya dari kalangan nelayan, maka bantuannya dibidang perikanan, ” sebut Hamly.
Bupati Edi mengintruksikan, harus dilakukan perubahan pola kerja lama menjadi baru, bagaimana mengelola pekerjaan itu menjadi lebih baik lagi.
Pihaknya meminta agar dapat mengoptimalkan pola kerja, sehingga bisa optimal juga dalam melakukan pekerjaannya.
“Tenaga pendamping PKH jangan terlalu sering bahas penanganan di Tenggarong, perkuat rencana aksi dilapangan, ” ujarnya.
Edi berharap, Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan hadir bersama dengan tim pendamping PKH, agar ada kesesuaian data dalam verifikasi. Jangan selesai di surat edaran saja, harus ada konsep kerjanya dan dijalankan di lapangan.
Menurut Edi, dalam pemutakhiran data untuk keluarga prasejahtera program PKH Kukar, perlu adanya optimalisasi peran pendamping PKH bisa terwujud. Dan tidak terlepas dari peran Dinsos sebagai leading sektornya berkaitan dengan verifikasi data.
“Verifikasi data ini sangat penting, dari data tersebut bisa terbaca peran-peran yang akan ditetapkan bersama,” tegasnya.
Edi menyebutkan Kecamatan yang menjadi lokus adalah Samboja, Tenggarong, Loa Janan, Muara Kaman, lokasi yang layak dipertimbangkan dan diprioritaskan dalam pengentasan kemiskinan. Kemudian memperhatikan angka presentasi dan kondisi dalam masyarakat maka Kecamatan Marang Kayu, Anggana, Muara Wis, Kenohan, Sangasanga dan Muara Kaman juga layak dipertimbangkan sebagai lokasi prioritas kemiskinan.
“Jika penanganannya tepat, maka angka kemiskinan berhasil kita turunkan, ” harapnya. (Adv114/Andri)