src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Diminta Hapuskan Penjualan Seragam dan Buku, Disdikbud Kukar Sebut Tak Bisa Atur Koperasi Sekolah

Diminta Hapuskan Penjualan Seragam dan Buku, Disdikbud Kukar Sebut Tak Bisa Atur Koperasi Sekolah

1 minutes reading
Wednesday, 2 Aug 2023 21:24 218 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Pengurus Rumah Partisipasi Masyarakat (RPM) Kutai Kartanegara meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar untuk menghapus prosesi wisuda pada jenjang PAUD-SMP karena dinilai memberatkan masyarakat.

“Wisuda PAUD-SMP biayanya lumayan memberatkan orang tua siswa, jadi kami sarankan program tersebut dihapuskan saja,” sebut Ketua RPM Muhammad Kaisar Rabu 2 Agustus 2023 saat beraudiensi bersama Kepala Disdikbud Kukar Thauhid Afrilian Noor.

Selain itu, RPM juga menyarankan agar dihapus juga biaya pembelian baju dan buku baru yang dibebankan kepada orang tua siswa karena memberatkan perekonomian masyarakat. Sedangkan anggaran pendidikan di APBD Kukar lumayan besar.

“Temuan kami di lapangan, masyarakat mengeluh biaya seragam dan buku dibebankan ke mereka, sebaiknya digratiskan saja,” tegasnya.

Mendapatkan kritik dari RPM, Thauhid mengucapkan terima kasih kepada RPM Kukar yang telah peduli terhadap kemajuan pendidikan di Kukar. “Silahkan sampaikan kajiannya ke kami secara tertulis sekalian datanya agar kami bisa menindaklanjutinya,” sebut Thauhid.

Terkait praktek jual beli seragam dan buku yang terbilang mahal dibebankan ke orang tua, Thauhid mengaku tidak bisa berbuat banyak karena hal ini masuk ranah koperasi pegawai sekolah yang memiliki badan hukum dari Dinas Koperasi dan UKM.

“Koperasi pegawai sekolah juga bermanfaat untuk program simpan pinjam guru,” terangnya.(Andri)

LAINNYA
x