24 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

Diejek Alat Kelamin Besar tapi Letoy, Alasan Pelaku Aniaya PSK Kopi Pangku

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Ukuran bukan segalanya dalam urusan bercinta. Buktinya, motif pria menganiaya PSK di kawasan warung kopi Desa Bukit Raya Tenggarong Seberang ternyata gara-gara jengkel. Calon lawan mainnya menghina ukuran alat kelaminnya.

Tersangka Aser (23) pada 17 Juni 2021 lalu memukul kepala korbannya DP. Selain itu, dia juga merampas barang berharga milik korbannya.

“Kita berhasil menangkap tersangka dengan dua kasus berbeda, ” ucap Kapolres Kukar AKBP Arwin Amrih Wientama, yang didampingi Kasatreskrim AKP Herman Sopian, saat jumpa pers pada Jumat 25 Juni 2021 di Mapolres Kukar.

Kasus pertama yang menjerat Aser, terang Kapolres, diawali saat dia beserta temannya menyinggahi warung kopi pangku. Dia mendadak ingin bercinta bersama pelayan bernama DP. Tarif pun disepakati.

Sebelum permainan dimulai, ternyata DP mengejek Aser. “Barangmu terlalu besar tapi tidak keras,” begitu kata perempuan itu. Sesi bercinta gagal karena DP menolak.

Terhina, Aser naik pitam dan memukul kepala DP sebanyak tujuh kali dengan batu besar.

“Tak puas memukul, Aser juga mengobrak- abrik barang DP yang ada di kamar dan mengambil sejumlah barang lantas kabur, ” tukas Arwin yang baru beberapa hari menjabat Kapolres Kukar.

DP sempat dirawat di RS SMC Samarinda selama satu pekan. Kini, sudah kembali ke rumah keluarganya di Loa Janan.

Aksi kejahatan pelaku berlanjut. Kemarin malam, Aser mencoba membobol ATM BRI yang ada di Tenggarong Seberang.

“Tersangka sempat menyemprot CCTV yang terpasang di ruang ATM dengan cat semprot. Dengan niatan agar tidak terdeteksi. Aksinya gagal meski sempat memecahkan kaca ATM,” terang Kapolres.

Aksinya terungkap kala salah satu nasabah yang ingin mengambil uang mendapati kaca monitor ATM sudah behamburan.

“Personel Polsek bersama saksi dan satpam berhasil mengejar pelaku yang belum jauh dari TKP. Aser dapat ditangkap, ” ujarnya.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa Ponsel Oppo A31 milik korban DP, batu, sepeda motor, kotak ponsel, tas ransel, linggis, serta dua unit sepeda motor matik merek Honda.

“Untuk kasus curas, tersangka diancam 9 tahun penjara. Sedangkan untuk kasus curat terancam 7 tahun penjara, ” pungkasnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar