src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Desa Tunjungan Mulai "Kesetrum" 24 Jam

Desa Tunjungan Mulai “Kesetrum” 24 Jam

2 minutes reading
Friday, 25 Nov 2022 22:13 264 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Puluhan tahun tidak menikmati listrik PLN, akhirnya sebagian masyarakat Desa Tunjungan Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara bisa bernapas lega.

Kini, warga bisa menikmati listrik 24 jam  bersumber dari PLTS Komunal yang sudah terpasang di desa tersebut.

“Pemasangan PLTS Komunal di titik satu sudah selesai sejak 1,5 bulan yang lalu, dan yang menikmati listriknya ada dua RT sekitar 80 KK,” sebut Sekcam Muara Kaman, Darma Gumawang, Jumat 25 November 2022, usai rapat koordinasi penguatan dan peresmian PLTS Komunal bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa(DPMD) Kukar.

Darma menyebut, masih ada tiga titik lokasi lagi yang akan dipasang PLTS agar seluruh masyarakat desa bisa menikmati listrik 24 jam.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan tahun depan, dianggarkan melalui APBD 2023 lewat mata anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). “Yang satu titik tersebut, juga melalui BKKD tahun 2022,” ucapnya.

Selama bertahun-tahun, sebut Darma, masyarakat hanya mengandalkan penerangan melalui genset bagi yang mampu. Itu pun hanya untuk malam hari karena harga bahan bakar juga lumayan mahal. Masyarakat Desa Tunjungan rata-rata berprofesi sebagai nelayan.

“Di sana harga bensin sudah Rp 15 Ribu, untuk penerangan sore hingga pagi, menghabiskan 5 liter atau menghabiskan biaya Rp 75 Ribu. Jika kondisi tertentu, ada masyarakat tidak punya uang beli BBM, maka gelap-gelapan harus dirasakan,” ucapnya.

Program Terang Kampungku yang prioritas di Desa Tunjungan adalah program Kukar Idaman guna menyejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

Atas nama Pemcam Muara Kaman, dirinya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Edi Damansyah dan Wabup Rendi.

“Masyarakat yang tadinya beraktivitas mengolah hasil tangkapan ikan di siang hari, dengan Program Terang Kampungku, bisa dilakukan di malam hari. Pelajar juga bisa belajar di malam hari,” sebutnya.

Nantinya pengelolaan PLTS Komunal Fesa Tunjungan akan dikelola oleh BUMDes Tunjungan.

Adapun terkait biaya yang akan dibebankan masyarakat penikmat listrik Komunal, belum ada keputusan terkait biaya.

“Kami punya rancangan Rp 3.000, per rumah per hari, ini berdasarkan pengalaman desa-desa yang lebih dulu mengelola PLTS Komunal,” pungkasnya.(andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x