src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pelatihan kerajinan kayu yang digelar untuk pemuda dan penyandang disabilitas. (andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Sebagai perusahaan yang menjajakan produk barang lokal, Perseroda Tunggang Parangan banyak terima order jenis furniture dan jenis produk kayu lainnya dari luar negeri.
Namun, Perseroda lagi-lagi harus mendatangkan barang dari luar Kukar untuk memenuhi permintaan tersebut.
“Kami ada terima order dari Jepang dan Cina,” sebut Direktur Utama Perseroda Tunggang Parangan Kukar, Awang Muhammad Lutfi, Senin 21 November 2022, saat menjadi pemateri pelatihan ahli perajin kayu di workshop Idea Borneo Tenggarong.
Dia menyebut, untuk memenuhi permintaan barang kayu tersebut meski berlebel Kukar, sebagian harus didatangkan dari Jawa seperti Jepara. Kukar bukan kekurangan bahan baku kayu, akan tetapi kekurangan perajin kayu.
“Makanya kami beri pelatihan, bagaimana menjadi perajin kayu, pesertanya dari anak muda dan penyandang disabilitas perwakilan enam kecamatan,” ungkapnya.
Lutfi menargetkan, setelah pelatihan makin banyak bermunculan para wirausaha perkayuan yang mencipta produk olahan berbahan kayu sehingga bisa memutus mata rantai ketergantungan dengan produk dari Jawa.
“Pemateri yang kita hadirkan juga, perajin dan pengusaha perkayuan dari Jepara dan Jogjakarta,” ujarnya.
Awang Lutfi memastikan bisnis produk olahan kayu masih sangat prospek, bukan hanya untuk pangsa pasar luar negeri. Pasar lokal juga banyak permintaannya.
“Seperti Pemkab Kukar, bisa menganggarkan untuk pembelian meja kursi capai Rp 37 miliar, termasuk untuk kepentingan sekolah, sedangkan secara umum bisnis produk perkayuan Kukar tembus Rp 100 miliar lebih per tahun,” ujarnya.
Penulis: Andri