src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Yudi Permadi. (foto: Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Sejak pandemi COVID-19 merebak, warga yang terpapar terus bertambah. Tenaga medis kewalahan merawat lonjakan pasien. Angka kematian tak henti-hentinya menghiasi berita media massa. Tak hanya warga biasa. Para dokter hingga perawat juga jadi korban keganasan virus asal Wuhan, China ini.
Hal ini menggerakkan hati sejumlah anggota Pramuka Ranting Tenggarong, Kutai Kartanegara untuk menjadi relawan penggali kubur jenazah pasien positif COVID-19. Salah satunya, Yudi Permadi.
Sejak Oktober 2020, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda Jurusan Akuntansi ini menjadi relawan penggali kubur jenazah COVID-19. Dia bersama 11 rekannya di Pramuka Ranting Tenggarong membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.
“Sejak Maret 2020, saya sudah jadi relawan COVID-19 di Kukar. Kalau untuk tukang gali kubur, baru tiga bulan belakangan ini,” tutur Yudi saat berbincang dengan headlinekaltim.co, pada Selasa 29 Desember 2020 di Pendopo Bupati Kukar.
Sejak menjadi relawan COVID-19, Yudi sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya. Panggilan kemanusiaan membuat dia tergerak dan ingin berkontribusi sekecil apapun.
Kebimbangan sempat mengadang niat Yudi yang masih tinggal bersama kedua orang tuanya di Jalan Selendreng, Tenggarong ini. Sebab, menjadi relawan COVID-19 tentu cukup beresiko. Apalagi, sebagian besar aktivitasnya berlangsung di luar rumah dan rawan terpapar virus.
Termasuk menjalani pekerjaan sebagai relawan penggali kubur. Namun, kekhawatiran tersebut mampu ditepisnya. Keikhlasan untuk berkontribusi pada kemanusiaan mengalahkan semua perasaan yang sempat menggantung di benaknya.
“Kami dapat tugas gali kubur berdasarkan intruksi dari BPBD Kukar. Kalau ada pasien COVID-19 yang meninggal, kami diberi tahu lokasi kuburnya, maka saya bersama tim langsung bekerja,” ucapnya.
Sepanjang ingatan Yudi, dia dan timnya sudah menggali sebanyak 20 liang jenazah. Menurutnya, ada perbedaan antara penguburan khusus jenazah pasien COVID-19 dengan pemakaman umum. Liang kubur bagi pasien yang meninggal akibat virus corona jauh lebih lebar dan dalam. Jadi, diperlukan waktu dan tenaga lebih banyak untuk menggali.
“Tugas kami hanya sebatas gali kubur saja, tapi tetap memakai standar protokol COVID-19. Mudah-mudahan pandemi corona segera berakhir,” harap Yudi.
Sekretaris Kwarcab Pramuka Kukar Aji Ali Husni mengatakan, anggota Pramuka yang menjadi relawan penggali kubur ada 12 orang. Semuanya sudah dilatih secara profesional oleh BPBD Kukar.
“Ke depannya bisa saja ada penambahan relawan gali kubur, berdasarkan permintaan dan kebutuhan daerah. Pramuka kukar siap bantu demi pengabdian,” jelasnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim