src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bupati Luncurkan Program MESTI, Jaga Keberlangsungan Ekosistem Mangrove

Bupati Luncurkan Program MESTI, Jaga Keberlangsungan Ekosistem Mangrove

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Sep 2023 22:13 577 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih meluncurkan Program Mangrove Sahabat Tambak Lestari (MESTI) yang digagas oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan didukung oleh Chevron pada Rabu, 6 September 2023.

Diketahui program MESTI berlangsung selama tiga tahun di Kampung Pegat Batumbuk, Tabalar Muara, dan Suaran, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan, Berau menjadi bagian dari ekosistem segitiga karang dunia dan bentang laut Sulu-Sulawesi yang mendukung sumber penghidupan masyarakat di sektor perikanan dan pariwisata.

Dikatakannya, Kabupaten Berau memiliki ekosistem mangrove terluas kedua di Kalimantan Timur. Dengan luasan mencapai Kurang lebih 80 ribu hektare, kawasan ini juga menjadi habitat udang, ikan, kepiting, dan sebagainya.

“Sektor perikanan di Kabupaten Berau memiliki nilai strategis bagi kedaulatan pangan, pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini tentu menjadi potensi yang sangat luar biasa, jika mampu kita kembangkan dan optimalkan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Menurutnya, Budi daya udang adalah sumber penghidupan utama bagi masyarakat di ketiga kampung tersebut. Berkembangnya budi daya tambak udang di wilayah ini perlu diikuti dengan adanya praktik yang berkelanjutan.

“Untuk itu Pemkab berkomitmen mendorong pengelolaan akuakultur berkelanjutan untuk mendukung perlindungan ekosistem mangrove sehinga akan memberikan manfaat terhadap lingkungan dan sosial-ekonomi,” ungkapnya.

Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto mengatakan, YKAN mengembangkan metode akuakultur berkelanjutan yakni Shrimp-Carbon Aquaculture (SECURE). Pendekatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan pesisir dengan merestorasi ekosistem mangrove hingga 80 persen dari total area tambak dan mengoptimalkan area yang tersisa untuk praktik budi daya tambak udang berkelanjutan, serta mampu memberikan produktivitas yang optimal.

“Petani tambak dapat menggunakan lahan yang lebih kecil untuk mendapatkan hasil yang minimal sama dengan jika menggunakan lahan yang luas dan mangrove di sisa lahan tambak dapat tumbuh kembali secara alami,” ucapnya.

Chevron Indonesia Country Manager, Wahyu Budiarto, menegaskan, Chevron menyadari pentingnya melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia.

Sejak 2018, Chevron dan mitra swasta lainnya mendukung program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) yang berjalan selama lima tahun di Suaka Margasatwa Muara Angke di Jakarta yang diinisiasi oleh YKAN.

“Kami bangga bekerja sama dengan YKAN, Pact, dan Pemerintah Kabupaten Berau untuk membantu melestarikan mangrove dan menyejahterakan masyarakat Berau,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x