src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bupati Berau Minta PLN Prioritaskan Masyarakat Sebagai Pelanggan

Bupati Berau Minta PLN Prioritaskan Masyarakat Sebagai Pelanggan

waktu baca 3 menit
Selasa, 27 Okt 2026 21:48 35 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Gangguan pasokan listrik yang terjadi berulang di Kabupaten Berau tidak hanya mengusik kenyamanan masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pun meminta persoalan tersebut segera ditangani dengan mengutamakan kebutuhan warga sebagai pelanggan.

Hal itu menjadi fokus dalam pertemuan yang difasilitasi Pemkab Berau bersama PLN UP3 Berau, PLTU Lati, perwakilan masyarakat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam pengelolaan pasokan. Menurutnya, koordinasi antara PLN dan perusahaan yang menjadi konsumennya perlu diperkuat agar penyaluran listrik dapat diatur dengan mempertimbangkan kebutuhan warga.

“PLN perlu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan perusahaan terkait agar kebutuhan pelanggan, terutama masyarakat, benar-benar menjadi perhatian,” tegasnya.

Sri menilai, listrik kini menjadi kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan berbagai aspek kehidupan. Selain menunjang kebutuhan rumah tangga, keandalan pasokan listrik juga menentukan kelancaran usaha, perdagangan, hingga layanan berbasis internet yang semakin banyak digunakan masyarakat.

Gangguan listrik yang berlangsung berulang, dapat menimbulkan dampak berantai terhadap produktivitas dan pendapatan pelaku usaha. Karena itu, penyelesaian persoalan kelistrikan tidak cukup hanya berfokus pada penanganan gangguan teknis, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Selain mendesak penanganan persoalan yang tengah terjadi, Pemkab Berau turut menyoroti pentingnya menjaga keandalan listrik menjelang Ramadan. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan beribadah tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap pemadaman berulang.

Sri Juniarsih bahkan mengingatkan agar gangguan listrik yang kerap terjadi menjelang bulan suci tidak menjadi sesuatu yang dianggap lumrah oleh masyarakat. “Jangan sampai pemadaman yang berulang justru menjadi hal yang biasa setiap menjelang Ramadan,” ujarnya.

Ia juga menaruh harapan pada rencana interkoneksi jaringan listrik di Kalimantan Timur yang ditargetkan pada 2027. Pengembangan jaringan tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan sekaligus memperluas pemerataan penyaluran listrik, termasuk di Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menekankan bahwa hak pelanggan yang terdampak pemadaman perlu diperhatikan, termasuk terkait mekanisme kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, ia mengingatkan agar kompensasi tidak dipandang sebagai penyelesaian utama atas persoalan gangguan pasokan listrik. “Masyarakat tetap membutuhkan layanan kelistrikan yang stabil dan dapat diandalkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, keandalan listrik menjadi semakin penting ketika masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang Ramadan. Karena itu, perbaikan sistem dan koordinasi antarpihak perlu menjadi prioritas agar gangguan serupa tidak terus berulang.

“Pemkab Berau berharap pertemuan ini menghasilkan tindak lanjut yang konkret dari PLN UP3 Berau, PLTU Lati, dan pihak terkait,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x