src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kutim Berbobot 700 Kg, Tetap Banggakan Peternak Lokal

Sapi Kurban Presiden Prabowo di Kutim Berbobot 700 Kg, Tetap Banggakan Peternak Lokal

3 minutes reading
Thursday, 5 Jun 2025 09:34 242 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Sapi kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk perayaan Idul Adha 1446 H di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi sorotan. Berbeda dari daerah lain, hewan kurban presiden yang biasanya berbobot di atas 800 kilogram, kali ini “hanya” memiliki bobot 700 kilogram. Meski begitu, keberadaan sapi jenis Limosin ini tetap membawa kebanggaan besar bagi para peternak lokal di Kutim.

Dalam penjelasan kepada media, Fungsional Medik Veteriner Muda Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Cut Meutia, mengungkapkan bahwa sapi Limosin seberat 700 kilogram tersebut sudah melalui serangkaian pemeriksaan ketat.

“Jenisnya sapi Limosin, beratnya sekitar 700 kilogram. Sebenarnya idealnya 800 kilogram hingga 1 ton tapi agak sulit didapat di sini,” jelas Cut Meutia saat ditemui di Sangatta, Rabu (4/6).

Menurut Meutia, proses pemilihan sapi kurban dari Presiden Prabowo mengikuti regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Salah satu aturannya ialah bahwa sapi harus berasal dari peternak lokal dan berbobot minimal 800 kilogram. Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Setelah melakukan pencarian intensif, pihaknya tidak menemukan sapi lokal yang memenuhi standar bobot tersebut.

Meutia menjelaskan bahwa meskipun ada opsi sapi lain yang sesuai bobotnya, namun ditemukan masalah kesehatan, seperti positif cacing hati, yang menyebabkan sapi tersebut tidak layak dipilih. Maka, sapi milik peternak lokal bernama Rigan dipilih sebagai hewan kurban Presiden RI.

“Karena untuk membantu perekonomian peternak juga, jadi diprioritaskan dari peternak lokal. Kemarin ada opsi lain, tapi yang satu positif cacing hati, jadi tidak diambil,” ungkapnya.

Dukungan terhadap peternak lokal ini menjadi poin penting dalam kebijakan pengadaan hewan kurban presiden tahun ini. Pemerintah ingin tidak hanya memenuhi syarat teknis, namun juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Sapi Limosin yang diberi nama “Rembo” oleh sang pemilik dijual seharga Rp88 juta. Rigan, sang peternak, mengaku sangat bangga karena sapi hasil peliharaannya dipercaya menjadi bagian dari ibadah kurban Presiden.

“Terima kasih kepada Bapak Prabowo, ini semoga menjadi semangat bagi peternak lokal untuk beternak sapi,” tutur Rigan dengan mata berbinar.

Rembo akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1446 H, Sabtu 7 Juni 2025, di Masjid Agung Al-Faruq, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Kecamatan Sangatta Utara. Lokasi ini telah ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Presiden.

DTPHP Kutim tidak hanya bertugas dalam pencarian sapi, tetapi juga memastikan bahwa kesehatan hewan tetap terjaga hingga waktu penyembelihan tiba. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan sehari sebelum pemotongan

“Nanti hari Sabtu kami akan cek kesehatannya lagi. Kalau memang aman, langsung dikurbankan,” kata Meutia.

Pemeriksaan tersebut meliputi deteksi penyakit menular, pengecekan kondisi fisik, dan evaluasi aspek kesejahteraan hewan. Langkah ini penting agar daging kurban yang dihasilkan benar-benar aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Berat sapi yang tak mencapai standar nasional bukan berarti kekurangan, melainkan mencerminkan tantangan geografis dan kapasitas produksi lokal. Di wilayah seperti Kutim, di mana fasilitas dan akses peternakan modern belum sepenuhnya berkembang, bobot 700 kilogram sudah termasuk sangat baik.

Pengadaan sapi dari luar daerah sebenarnya memungkinkan, namun kebijakan pusat memprioritaskan pemberdayaan peternak lokal demi menggerakkan roda ekonomi di wilayah masing-masing.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x