src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III non TPI Bontang, Khairil Anwar usai audiensi bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. (Antara Kaltim/Muhammad Hafif Nikolas) HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Masyarakat Kutai Timur kini bisa bernapas lega. Tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Samarinda hanya untuk mengurus paspor. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bontang memperkenalkan program Eazy Passport, layanan jemput bola ke masyarakat Kutim, sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan keimigrasian.
Program ini resmi disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Bontang, Khairil Anwar, saat melakukan audiensi bersama Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di Sangatta pada Senin (2/6/2025). Dalam pertemuan itu, Khairil menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih dekat, cepat, dan efisien.
“Untuk Kutai Timur, pelayanan paspor akan kami fasilitasi dengan nama lain jemput bola ke sini,” tegas Khairil.
Kantor Imigrasi Bontang sendiri baru dibentuk pada Januari 2025. Sebagai unit kerja baru di bawah Kantor Imigrasi Samarinda, kantor ini bertanggung jawab melayani dua wilayah sekaligus: Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur. Dengan wilayah kerja yang luas dan kondisi geografis yang menantang, inovasi pelayanan menjadi kebutuhan mutlak.
“Misalnya ada permintaan dari pemerintah daerah atau komunitas di Kutim untuk pembuatan paspor, kami akan hadir langsung ke lokasi. Petugas kami siap mendatangi,” lanjut Khairil.
Program Eazy Passport ini diharapkan menjadi solusi atas keluhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan ratusan kilometer ke Samarinda untuk mengurus dokumen perjalanan ke luar negeri.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut positif terobosan ini. Dalam pertemuan tersebut, ia mendorong agar pelayanan keimigrasian bisa lebih optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah pelosok.
Khairil Anwar pun menanggapi permintaan tersebut dengan menyatakan kesiapan Imigrasi Bontang untuk berkantor di Mall Pelayanan Publik (MPP) yang tengah dirancang di Kecamatan Sangatta Utara.
“Nanti ke depannya kalau sudah terbentuk MPP, kami siap berkantor dan melayani masyarakat Kutim di Sangatta Kota,” ujarnya.
Dengan rencana ini, warga Sangatta dan sekitarnya bisa mengakses layanan paspor tanpa perlu meninggalkan wilayah mereka. Ini akan sangat membantu para pelajar, pekerja migran, hingga masyarakat umum yang memiliki keperluan ke luar negeri.
Tidak hanya sekadar wacana, program jemput bola dari Imigrasi Bontang ini sudah mulai diimplementasikan secara bertahap. Beberapa komunitas masyarakat di Sangatta dan Muara Wahau dilaporkan telah mendapatkan layanan langsung tanpa harus mengurus ke luar kota.
Petugas Imigrasi yang datang dilengkapi dengan peralatan digital, mulai dari pemindaian data biometrik, pengambilan foto, hingga sistem perekaman sidik jari yang terintegrasi langsung ke pusat data Direktorat Jenderal Imigrasi.
Selain menghemat waktu dan biaya, pendekatan ini juga meningkatkan efisiensi kerja birokrasi dan membuka jalan menuju sistem pelayanan publik yang lebih humanis.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya