src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Penyerahan penghargaan kepada pemenang lomba Inovasi dan Kreatif 2025.(Sumber : Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meminta inovasi tidak dipandang sebelah mata. Ia mencontohkan abon ikan haruan buatan aparatur sipil negara (ASN) Kukar yang kini sudah diekspor ke Kamerun, Afrika. Hal itu disampaikan Aulia saat menghadiri penyerahan penghargaan kepada pemenang Pekan Inovasi dan Kreatif, Selasa 27 Oktober 2026. “Abon ikan haruan dari Ibu Hanna, ASN Kukar, itu sudah diekspor ke Kamerun, Afrika. Ini luar biasa karena selama ini ikan haruan hanya dimakan sebagai lauk,” kata Aulia.
Menurut dia, potensi inovasi di Kukar sangat besar, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga desa. Ia meminta inovasi yang dikembangkan memberi dampak luas bagi masyarakat, termasuk dampak ekonomi bagi Pendapatan Asli Desa (PADes), seperti program Satu Desa Satu Produk. “Jangan sampai kita kalah dengan daerah kecil, APBD-nya kecil, tapi banyak inovasi. Sedangkan Kukar wilayahnya luas, tetapi inovasinya minim. Kan, sayang,” ujarnya.
Aulia tidak mempersoalkan jika ada lembaga yang berulang kali mengikuti lomba inovasi dan menang. Menurut dia, jika sebuah lembaga atau dinas tidak memiliki inovasi, masalahnya ada pada pimpinan. “Prinsipnya, kalau tidak ada inovasi, masalahnya ada di pimpinannya,” ucap Aulia.
Ia menyebut Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar sebagai contoh lembaga yang inovatif. Aulia berharap Kukar dapat masuk dalam Innovative Government Award (IGA) sebagai daerah dengan banyak inovasi. Menurut dia, banyak organisasi perangkat daerah (OPD) berpotensi menghasilkan inovasi, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Kesehatan (Dinkes). “Disdikbud itu punya banyak satuan kerja, ini bisa diikutsertakan dalam lomba inovasi,” tegasnya.
Kepala BRIDA Kukar Bahari Joko Susilo berharap lebih banyak pihak mengikuti lomba inovasi dan kreatif tahun ini, baik dari OPD, RSUD, badan usaha milik daerah (BUMD), kecamatan, desa, maupun kelompok masyarakat. Ia mengatakan, sejumlah OPD belum mengirimkan proposal untuk mengikuti lomba inovasi. “Kami beri batas waktu kepada OPD untuk mengikuti lomba inovasi dengan menyampaikan proposal,” kata Bahari. (Andri)