Beranda Berita Berau Truk Dicegat, 6,5 Kubik Kayu Olahan Disita

Truk Dicegat, 6,5 Kubik Kayu Olahan Disita

Truk Dicegat, 6,5 Kubik Kayu Olahan Disita
Truk dan muatan kayu olahan yang tak dilengkapi dokumen sah. (foto: istimewa)

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNGREDEB – Satu unit truk Toyota Dyna 130 HT berpelat nomor KT 8807 GP warna biru merah kedapatan mengangkut 6,5 kubik papan jenis kayu Meranti berbagai ukuran

Truk dan muatannya diamankan Unit Reskrim Polsek Sambaliung, Jumat, 19 Februari 2021 sekira pukul 23.00 WITA.

Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo melalui Paur Humas Iptu Suradi menyebut, polisi menahan supir dan kernetnya yakni NE (49) dan AMP (32).

“Mereka kami amankan lantaran material kayu yang diangkut tidak memiliki dokumen resmi saat dicegat di Jalan KM 01 Bena Baru, Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung,” ujarnya, Minggu, 21 Februari 2021.

Advertisement

Diterangkannya, pengungkapan kasus illegal logging tersebut berawal dari adanya pembalakan hutan di sekitar Kampung Bena Baru. Pada saat itu pula, mobil yang dikendarai oleh NE dan AMP melintas dengan muatan yang mencurigakan.

Setelah truk dihentikan dan dilakukan pemeriksaan, ditemukan tumpukan kayu papan dan balok jenis Meranti tanpa dokumen resmi yang dibawa kedua pelaku.

Sebanyak 6,5 kubik kayu terdiri 90 lembar papan ukuran 4×20, 17 buah balok ukuan 10×10, 16 buah balok ukuran 5×10 dan 147 lembar papan ukuran 2,5×20. Panjang masing-masing papan dan balok tersebut 4 meter.

“Karena tidak memiliki dokumen, kedua pelaku dan barang bukti material kayu beserta truknya diamankan di Mapolres Berau,”katanya.

Baca Juga  Besok, 361 Personel Polres Turun Amankan Pilkada Berau 2020

Suradi juga menyampaikan, kedua pelaku dikenakan tindak pidana pasal 12 huruf e junto pasal 83 ayat (1) huruf b Undang-Undang 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan Hutan.

“Mereka merupakan pelaku pembalakan liar, dan terbukti memiliki dan atau menguasai hasil hutan yang tidak dilengkapi surat atau dokumen resmi. Keduanya diancam kurungan penjara maksimal 10 tahun dan denda Rp5 miliar,” ungkapnya.

Pihaknya menegaskan, penegakan hukum terhadap kasus ilegal logging akan dilakukan secara maksimal guma memberikan efek jera kepada pelaku.

Penulis: Sofi
Editor: MH Amal

Komentar