src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Ricky P Gozali. (ist) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyiapkan uang tunai sebesar Rp 2,85 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Jumlah uang tunai yang disediakan tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan jumlah uang tunai yang disiapkan jelang perayaan Nataru di tahun sebelumnya. Yakni meningkat sebesar Rp 237 miliar, atau setara dengan 9,07 persen (yoy).
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Ricky P Gozali menjelaskan, peningkatan jumlah uang tunai yang disiapkan Perwakilan Bank Indonesia Kaltim dan Bank Indonesia Balikpapan tersebut telah mempertimbangkan adanya peningkatan mobilitas dan transaksi menjelang Nataru oleh masyarakat.
Tak hanya itu, mengingat saat ini juga dilakukan realisasi belanja pemerintah yang diperkirakan akan meningkat, serta adanya realisasi bantuan langsung tunai.
Ricky P Gozali menyebut, uang tunai yang disiapkan tersebut berupa uang pecahan kecil sebesar Rp 74 miliar dan uang pecahan besar Rp 2,77 miliar.
“Penyediaan uang tunai ini telah mempertimbangkan berbagai asumsi makroekonomi terkini dan proyeksi perekonomian ke depan, ” ungkapnya, Senin 26 Desember 2022.
Menjelang Nataru, pemenuhan kebutuhan uang tunai difokuakan melalui tiket perbankan. Untuk itu, kata Ricky, Bank Indonesia mengimbau kepada seluruh perbankan untuk menyediakan pecahan uang yang dibutuhkan masyarakat. Termasuk memastikan ketersediaan uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hingga akhir tahun 2022.
Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan uang tunai ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan juga telah menyuplai uang layak edar ke seluruh jaringan perbankan di Kaltim sebesar Rp 2,12 triliun di tanggal 23 Desember 2022 lalu.
“Tambahan uang layak edar dengan berbagai pecahan telah menyesuaikan data historis kebutuhan uang kartal di tahun sebelumnya dan menghitung proyeksi kebutuhan uang tahun ini, ” ujarnya.
Dalam rangka mendukung perluasan digitalisasi, Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi non tunai, seperti digital banking, uang elektronik, QRIS dan BI-FAST yang dipastikan lebih efisien dan aman.
Ricky P Gozali menambahkan, Bank Indonesia terus mengedukasi masyarakat untuk cinta, bangga dan paham rupiah, sehingga memperlakukan rupiah dengan bijak.
“Cinta rupiah diwujudkan dengan mengenali karakteristik dan keaslian uang rupiah, merawat dengan sebaik mungkin. Bangga rupiah diwujudkan dengan memahami bahwa rupiah simbol kedaulatan bangsa dan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia. Paham rupiah diwujudkan dalam konteks menggunakan rupiah untuk transaksi secara bijaksana dan sesuai kebutuhan, ” tutupnya.
Penulis : Ningsih