src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pembatik sedang melakukan aktivitas membatik. (Foto: RRI Samarinda/ Afriani Guntur)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Perkembangan industri kreatif menuntut pelaku UMKM batik di Balikpapan untuk terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas lokal. Bank Indonesia (BI) Balikpapan mendorong geliat UMKM ini melalui program pembinaan intensif, termasuk kunjungan belajar ke sentra batik di Solo. Dukungan tersebut diharapkan menjadikan Balikpapan salah satu pusat fashion di Kalimantan Timur. Kata kunci UMKM batik, batik Balikpapan, BI Balikpapan, motif enggang, dan pasar nasional menjadi sorotan utama dalam upaya ini.
Dilansir dari RRI Kaltim, Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan pihaknya tak hanya melakukan pendampingan teknis, tetapi juga melibatkan generasi muda dalam pelestarian batik.
“Jadi kalau berbicara soal batik di Balikpapan, kemarin kami melatih beberapa siswa SMA untuk membuat batik. Hasil karya mereka nanti akan dipamerkan pada kegiatan Mahalige, 27 September 2025,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).
Menurut Robi, batik Balikpapan memiliki karakter khas, seperti motif enggang dan cumi-cumi. Seiring perkembangan teknologi, pakem batik juga semakin beragam, termasuk penggunaan warna cerah ala batik Yogyakarta. Saat ini, ada 12 UMKM binaan yang siap diberangkatkan ke Solo untuk belajar langsung mengenai produksi dan pengembangan desain batik.
Ke depan, BI Balikpapan berencana melakukan kurasi UMKM batik lokal pada tahun 2026. Hasil kurasi ini ditargetkan bisa tampil di pameran tingkat nasional di Jakarta, sehingga membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkenalkan batik Balikpapan ke kancah nasional.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya