src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> TPS3R RUPIAH, Transformasi Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan di Pulau Derawan

TPS3R RUPIAH, Transformasi Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan di Pulau Derawan

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Sep 2025 12:45 377 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Guna mewujudkan destinasi wisata yang mendunia dan lestari, Pulau Derawan berkomitmen mengambil langkah nyata melalui dokumen rencana induk pengelolaan sampah dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Pembangunan TPS3R ini ditandai dengan acara adat suku Bajau dan peletakan batu pertama oleh Pemerintah Kabupaten Berau, masyarakat Kampung Pulau Derawan, dan WWF-Indonesia pada Rabu, 10 September 2025.

TPS3R RUPIAH, Transformasi Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan di Pulau Derawan

Gerbang memasuki kawasan Kampung Pulau Derawan. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)

Pulau Derawan berada di dalam Kawasan Konservasi Perairan yang memiliki ekosistem laut yang beragam dan dilindungi. Inisiasi ini merupakan hasil analisa yang tertuang pada rencana induk yang disusun oleh WWF- Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Berau. TPS3R ini diberi nama RUPIAH (Rumah Pilah Sampah Derawan).

Di lahan seluas 20 x 20 meter dengan bangunan inti berukuran 15 x 10 meter, RUPIAH memiliki beberapa fasilitas utama, yakni area pemilahan sampah organik dan anorganik, ruang pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang, tempat pengolahan kompos, serta area penyimpanan sementara sebelum pengangkutan atau pemanfaatan kembali.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan peluang dan tantangan wisata Berau harus diperhatikan. Bukan hanya dari infrastruktur dan fasilitas penunjang saja. Namun, arah kajian lingkungan hidup juga penting, terutama dalam mendukung kenyamanan wisatawan.

“Adanya pengolahan sampah yang representatif seperti TPS3R ini dapat memaksimalkan sampah yang ada untuk didaur ulang sehingga bernilai ekonomi bagi masyarakat” jelasnya.

Kepala Kampung Pulau Derawan Indra Mahardika mengatakan, TPS3R ini diharapkan dapat menjadi contoh dan pusat edukasi bagi pengelolaan sampah di pulau-pulau kecil lainnya di Indonesia sebagai destinasi wisata yang
bertanggung jawab.

“Pembangunan TPS3R ini merupakan bentuk komitmen kami bersama untuk menjaga Derawan tetap bersih, indah, dan lestari. Kami ingin menunjukkan bahwa pariwisata dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan,” ujarnya.

Marine Biodiversity Conservation Lead WWF-Indonesia, Candhika Yusuf mengungkapkan, WWF-Indonesia turut mendukung operasional TPS3R dengan menyerahkan alat penunjang operasional seperti triseda, alat pelindung diri, mesin press sampah, eco bin dan karung pemilah.

Keberadaan TPS3R juga menekankan partisipasi aktif masyarakat setempat melalui pelatihan dan pengelolaan bersama, salah satunya dengan keterlibatan operator kebersihan dan para pemimpin lokal (local champion).

Papan informasi tentang jenis sampah plastik, bahaya sampah plastik, dan alur pemilahan di TPS3R juga telah ditempatkan di lima lokasi strategis, yaitu di Pantai Kiani, dermaga, tempat wisata Kuburan Kuda, kantor kepala kampung, dan termasuk di lokasi TPS3R nantinya.

‘Melalui inisiatif TPS3R RUPIAH, diharapkan Pulau Derawan dapat menjadi contoh bagi pulau-pulau kecil lainnya di Indonesia, khususnya yang berada dalam kawasan konservasi,” tuturnya.

Menurutnya, upaya pengelolaan sampah yang dilakukan tidak hanya menjaga kualitas lingkungan dan keindahan pulau, tetapi juga berkontribusi langsung pada kelestarian ekosistem laut sebagai habitat bagi spesies kunci, termasuk yang bernilai konservasi tinggi maupun ikan-ikan bernilai ekonomis yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi berkembang menjadi budaya bersama masyarakat Derawan,” tutupnya. (Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x