src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dimaki, Difitnah, dan Tetap Teguh seperti Samudera

Prabowo: Pemimpin Harus Siap Dimaki, Difitnah, dan Tetap Teguh seperti Samudera

2 minutes reading
Monday, 21 Jul 2025 14:10 323 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan mendalam tentang kepemimpinan di hadapan para ketua umum partai politik dan tokoh nasional dalam acara kongres partai di Surakarta, Minggu malam (20/7/2025). Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi caci maki, fitnah, bahkan framing dari berbagai arah, namun tetap tenang dan bersih dalam mengambil keputusan.

“Pemimpin itu harus seperti samudera—luas, tenang, dan tidak mudah goyah. Semua kotoran masuk ke laut, tapi air yang keluar tetap bersih,” kata Prabowo dengan nada penuh makna. Ia menyebut konsep ini sebagai pindo jaladri, satu dari delapan sifat pemimpin yang bersumber dari ajaran leluhur Jawa, Hasta Brata, yang juga pernah ia bahas dalam bukunya “Kepemimpinan Militer.”

Selain pindo jaladri, Prabowo menyebut tujuh sifat pemimpin lainnya yang ia yakini penting untuk dihayati, terutama oleh mereka yang kini dipercaya memimpin bangsa:

  1. Pindo Candra – Seperti bulan yang memberi cahaya di tengah gelap, pemimpin harus menjadi penerang dan sumber kesejukan.
  2. Pindo Kartika – Bagaikan bintang yang memberi arah dan panduan, pemimpin perlu memberikan pedoman yang jelas bagi rakyatnya.
  3. Pindo Surya – Laksana matahari, pemimpin harus menyebarkan energi, kehangatan, dan solusi.
  4. Pindo Arga – Seperti gunung yang kokoh dan teguh pendirian. “Sekali-sekali meletus boleh, apalagi kalau menghadapi koruptor dan pengkhianat bangsa,” ujar Prabowo.
  5. Pindo Dahana – Seperti api yang membakar semangat dan menghancurkan keburukan, pemimpin harus berani menindak ketidakadilan dan korupsi.
  6. Pindo Bayu – Angin yang hadir di mana-mana. Pemimpin harus menyentuh semua lapisan masyarakat, dari puncak gunung hingga kolong jembatan.
  7. Pindo Bahana – Bumi yang rela diinjak tapi memberi makan, energi, dan kehidupan. Pemimpin sejati harus kuat menanggung beban rakyat.

Lebih lanjut, Presiden juga menyinggung filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara:
“Ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”

Menurut Prabowo, pemimpin harus mampu memberi contoh di depan, membangun semangat di tengah-tengah, dan mendukung dari belakang.

“Pemimpin bukan hanya guru, tapi juga kawan seperjuangan. Ia harus bisa melindungi, mengayomi, dan memberi rasa aman,” tegas Prabowo.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x