src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat acara penutupan Kongres PSI Tahun 2025 di Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (20/7/2025). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan mendalam tentang kepemimpinan di hadapan para ketua umum partai politik dan tokoh nasional dalam acara kongres partai di Surakarta, Minggu malam (20/7/2025). Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus siap menghadapi caci maki, fitnah, bahkan framing dari berbagai arah, namun tetap tenang dan bersih dalam mengambil keputusan.
“Pemimpin itu harus seperti samudera—luas, tenang, dan tidak mudah goyah. Semua kotoran masuk ke laut, tapi air yang keluar tetap bersih,” kata Prabowo dengan nada penuh makna. Ia menyebut konsep ini sebagai pindo jaladri, satu dari delapan sifat pemimpin yang bersumber dari ajaran leluhur Jawa, Hasta Brata, yang juga pernah ia bahas dalam bukunya “Kepemimpinan Militer.”
Selain pindo jaladri, Prabowo menyebut tujuh sifat pemimpin lainnya yang ia yakini penting untuk dihayati, terutama oleh mereka yang kini dipercaya memimpin bangsa:
Lebih lanjut, Presiden juga menyinggung filosofi pendidikan dari Ki Hajar Dewantara:
“Ing ngarso sung tulodho, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
Menurut Prabowo, pemimpin harus mampu memberi contoh di depan, membangun semangat di tengah-tengah, dan mendukung dari belakang.
“Pemimpin bukan hanya guru, tapi juga kawan seperjuangan. Ia harus bisa melindungi, mengayomi, dan memberi rasa aman,” tegas Prabowo.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya