src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Foto: Getty Images/iStockphoto/MielPhotos2008HEADLINEKALTIM.CO – Pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tentang parfum mewah seperti Louis Vuitton dan Gucci menggunakan kemenyan sebagai bahan baku mendadak viral dan menyita perhatian publik. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan lewat kanal YouTube resmi Wakil Presiden RI, Gibran menyebutkan:
“Ibu-ibu yang pakai parfum LV, Gucci, dan lain-lain, itu dari kemenyan. Kita jualnya mentah terus. Makanya kita dorong anak-anak muda untuk riset, kita sediakan tempat yang baik untuk riset, alat-alat terkini, hilirisasi,” ujarnya.
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah benar parfum-parfum kelas dunia menggunakan kemenyan?
Kemenyan adalah getah aromatik yang dihasilkan dari pohon Styrax benzoin, yang banyak tumbuh di dataran tinggi Indonesia, terutama Sumatra. Dalam industri, kemenyan dikenal memiliki aroma hangat, balsamik, dan sedikit manis—sifat yang membuatnya cocok sebagai bahan dasar dalam parfum.
Dari segi komposisi, kemenyan mengandung asam benzoat, minyak atsiri, dan vanillin. Dalam dunia parfum, ekstrak dari kemenyan dikenal sebagai benzoin, yang berfungsi sebagai fixative, yakni pengikat aroma agar parfum bertahan lebih lama di kulit.
Dalam industri parfum modern, benzoin memang menjadi salah satu bahan penting, terutama dalam aroma-aroma oriental, woody, atau balsamik. Rumah-rumah mode kelas atas seperti Gucci dan Louis Vuitton telah dikenal menggunakan resin alami seperti benzoin, amber, labdanum, dan oud (gaharu).

Ilustrasi. Parfum Louis Vuitton tidak mencantumkan bahan berupa kemenyan atau benzoin tapi tetap menggunakan resin alami sebagai bahan baku parfumnya. (louisvuitton/Instagram)
Ilustrasi. Parfum Louis Vuitton tidak mencantumkan bahan berupa kemenyan atau benzoin tapi tetap menggunakan resin alami sebagai bahan baku parfumnya. (louisvuitton/Instagram)
Contohnya:
Namun, penting dicatat bahwa label “benzoin” dalam parfum tidak selalu menyebutkan asal geografisnya. Benzoin bisa berasal dari Indonesia, tetapi juga dari negara lain seperti Laos atau Madagaskar.
Louis Vuitton kembali masuk ke dunia parfum pada 2016 dengan membangun laboratorium eksklusif Les Fontaines Parfumées di Grasse, Prancis, pusat industri parfum dunia. Di bawah tangan perfumer ternama Jacques Cavallier-Belletrud, LV mengeksplorasi berbagai bahan alami eksotis dari seluruh dunia.
Meskipun tidak semua lini parfum Louis Vuitton mencantumkan “benzoin” secara eksplisit, kehadiran resin alami dan aroma dasar khas oriental tetap mendominasi beberapa koleksinya.
Artikel Asli baca di cnnindonesia.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya