23.1 C
Samarinda
Tuesday, December 5, 2023

Belum Kembali Dua Hari, Musakar Sempat Dilarang Melaut

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Sanak famili dari Musakar (65), nelayan Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, yang dilaporkan hilang sejak Minggu (26/7/2020) lalu, kini memenuhi rumah pria itu. Wajah mereka harap-harap cemas menanti kedatangan tim pencari. Kekhawatiran di raut wajah anak dan istrinya tak bisa disembunyikan.

Sebelum berangkat memancing dan dilaporkan hilang, keluarga sempat melarang Musakar untuk pergi memancing. Cuaca saat itu memang mendung. Awan hitam padat menggumpal.

Namun, Musakar tetap nekat melaut. Dia hendak memancing dengan cara Merawai, memancing dengan mata pancing yang banyak. “Saya sudah larang dia untuk pergi melaut. Cuacanya tidak bagus pagi itu. Mendung, sudah gelap, mau hujan,” kata Kasrani, Istri Musakar .

Keluarga dan kerabat jauh juga berdatangan untuk memberi Kasrani dukungan mental. Enam anak Musakar  menanti kedatangan ayahnya dengan penuh harap.“Dari muda sampai sekarang sudah seperti itu, memang hobinya cari ikan. Suka dia” ucap Kasrani lirih.

Setiap kali memandang ke arah laut, air mata perempuan ini tak terbendung. Dia terisak sambil terus berbicara. “Biasanya, ia cari ikan dekat-dekat sini saja. Tapi kemarin di laut Tanjung, dapat ikan satu pikul atau sekitar 100 kilogram. Makanya dia ke sana lagi cari ikannya,” kata Kasriani sambil sesekali mengusap mata sembabnya.

Diketahui Musakar,  warga RT 20 Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan hilang saat memancing.

Dia melaut pada Minggu, 26 Juli 2020) sekitar pukul 15.45 WITA. Awalnya sekira pukul 08.00 WITA Musakar pergi memancing bersama Sahran (43) yang masih kerabat dari kediamannya di Kerok Laut, salah satu kampung pesisir yang ada di PPU. Keduanya berangkat menggunakan perahu masing-masing ke perairan Tanjung untuk memancing.

Tim Rescue BPBD PPU telah turun ke lokasi untuk melakukan proses pencarian sejak menerima laporan dari keluarga. “Pencarian dilakukan di sekitar tempat labuh jangkar kapal milik korban Musakar hari Minggu 26 Juli 2020, kemudian masing-masing kapal menyebar di beberapa lokasi pencarian di sekitar wilayah laut tanjung dan sekitarnya,” jelas Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD PPU, Nurlaila.

Pencarian dilakukan BPBD PPU Bersama BASARNAS Balikpapan, TNI, Polri dibantu keluarga hingga Pukul 18.00 WITA. nelayan PPU dilaporkan hilang

Hujan Deras

Sahran menceritakan, sebelum dilaporkan hilang, dia masih melihat Musakar di atas perahu sedang melemparkan pancing. Tidak lama berselang, hujan deras turun sehingga kerabatnya itu tak lagi tampak. “Karena hujan deras, jadi tidak kelihatan,” kata Sahran.

“Awalnya kita sama-sama berangkatnya, tapi sampai di lokasi memancing kita berpisah sekitar 100 meter, masih dalam jarak pandang,” sambung Sahran lagi.

Sekira pukul 14.00 WITA, setelah menimba air di dalam perahunya dan bersiap untuk pulang. Sahran mendekati perahu Musakar. Namun, pria itu tidak lagi berada di kapalnya. “Tidak ada orangnya. Tidak tahu kemana. Padahal jangkar sudah turun. Topinya ada. Bekal makanannya saja masih ada. Belum dimakan juga,” jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, Sahran langsung kembali ke Kerok Laut. Ia melaporkan kejadian itu pada keluarga dan pihak yang berwenang. Lalu bersama keluarga lainnya dengan membawa 6 perahu melakukan pencarian di lokasi. Namun, hingga sore tidak membuahkan hasil. Proses pencarian dilanjutkan bersama dengan tim rescue BPBD PPU.

Penulis: Teguh

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -