Beranda Berau Bawaslu Berau Proses Satu Dugaan Pelanggaran Pilkada

Bawaslu Berau Proses Satu Dugaan Pelanggaran Pilkada

Bawaslu Berau Proses Satu Dugaan Pelanggaran Pilkada - headlinekaltimco
Ketua Bawaslu Berau Nadirah. (foto: Sofi/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Tahapan kampanye Pilkada 2020 telah berjalan selama sepekan di masa pandemi COVID-19. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau pun tidak hanya mengawasi jalannya tahapan kampanye pasangan calon. Namun, kedisiplinan protokol kesehatan.

Ketua Bawaslu Berau Nadirah mengimbau agar pasangan calon benar-benar mematuhi protokol kesehatan.  “Ketika di dalam ruangan (untuk berkumpul) itu tidak memungkinkan, alternatifnya silakan memasang taruf. Tapi dengan standar protokol kesehatan dan batasannya 50 orang. Tidak boleh lebih, di luar dari itu adalah kerumunan massa. Kami berhak membubarkan,” ungkapnya, Senin 5 Oktober 2020.

Jika timses pasangan calon tidak mengindahkan hal tersebut, Bawaslu akan membuat surat peringatan kepada tim pasangan calon tersebut.

Advertisement

“Jika dalam satu jam setelah surat diberikan tidak dilakukan,  maka kami akan melaporkan ke kepolisian untuk membubarkan. Kami bubarkan paksa,” tegasnya.

Hingga saat ini, lanjut Nadirah, belum ada pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing pasangan calon. Namun, sudah ada satu laporan terkait pelanggaran penyelenggaraan Pilkada.

“Ini kami masih memproses karena ini masih dugaan. Jadi kita kedepankan asas praduga tak bersalah. Kita gunakan tiga plus dua hari selama prosesnya. Jika dalam tiga hari belum ditemukan bukti pendukung, kita tambah dua hari,” ungkap Nadirah.

“Kita mulai registrasi sejak Sabtu 3 Oktober 2020. Ini sudah hari ketiga, maka kita tambah pencarian barang bukti hingga 2 hari ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Sofi

Komentar
Advertisement