src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dinsos Kukar Rencanakan Pulangkan Satu Keluarga di Tenggarong ke Berau

Dinsos Kukar Rencanakan Pulangkan Satu Keluarga di Tenggarong ke Berau

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Okt 2026 21:21 19 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berencana memulangkan satu keluarga asal Berau yang tinggal di Mangkurawang, Tenggarong. Keluarga itu menghadapi masalah sosial dan ekonomi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Warga Migran Korban Tindak Kekerasan Dinsos Kukar Sunarko mengatakan, kepala keluarga tersebut sedang menjalani hukuman penjara selama 11 tahun. Ia meninggalkan istri dan tiga anak. “Keempatnya masih tinggal di Mangkurawang,” kata Sunarko, Sabtu 17 Oktober 2026.

Sang istri merupakan penyandang disabilitas. Ia harus membesarkan tiga anak seorang diri. Satu anak duduk di bangku SMA, satu di SMP, dan satu lagi belum bersekolah. Sejak suaminya ditahan, ekonomi keluarga terganggu. Dengan kondisi sang ibu, keluarga itu kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari.

Dinsos memilih memulangkan keluarga tersebut ke Berau karena ada kerabat yang bersedia menerima mereka. “Sudah kami hubungi keluarganya di Berau. Mereka siap menampung, asalkan dipulangkan oleh Dinsos,” ujar Sunarko.

Meski begitu, pemulangan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Dinsos menunggu anak-anak menyelesaikan ujian sekolah. Untuk biaya pemulangan, Dinsos akan meminta bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) jika anggaran habis. “Kalau anggaran kami kosong, kami minta bantuan ke Baznas, dan dibantu,” katanya.

Dinsos Kukar menyediakan anggaran sekitar Rp 200 juta per tahun untuk memulangkan orang terlantar. Pada 2025, Dinsos memulangkan 40 orang ke daerah asal mereka, seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Sunarko menyebut, sebagian besar warga menjadi terlantar karena tertipu tawaran kerja di Kukar.

“Penyebab terlantar didominasi oleh tawaran pekerjaan di Kukar yang ternyata penipuan. Sebelum berangkat, perhatikan betul perjanjiannya. Jangan sampai sudah bekerja, tetapi tidak digaji, sehingga menjadi terlantar,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan kasus yang berakhir baik. Seorang calon pekerja dari Sulawesi mendapat informasi lowongan kerja di Kukar dengan pemberi kerja di Loa Janan. Saat tiba di Loa Janan, pemberi kerja tidak ada di rumah dan teleponnya tidak tersambung. Calon pekerja itu kemudian mendatangi Dinsos.

Pemberi kerja akhirnya menjemputnya di Dinsos. Ia mengaku sedang berada di perkebunan di Kutai Timur yang tidak terjangkau sinyal telepon seluler. Ia juga sudah meminta calon pekerja menunda keberangkatan hingga ada kabar lanjutan. “Mungkin calon pekerjanya sudah tidak sabar ingin bekerja, sehingga berangkat dari Sulawesi tanpa menunggu kabar dari bosnya,” ucap Sunarko. (Andri)

LAINNYA
x