src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bank Sampah Induk Samarinda Atasi 3 Masalah Besar Pengelolaan Sampah Warga

Bank Sampah Induk Samarinda Atasi 3 Masalah Besar Pengelolaan Sampah Warga

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Jul 2025 10:23 455 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sejak berdiri pada tahun 2023, Bank Sampah Induk (BSI) Bungas Mahakam Samarinda menjadi solusi nyata terhadap berbagai persoalan dalam sistem pengelolaan sampah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kehadiran lembaga ini membawa angin segar bagi bank sampah unit yang selama ini berjibaku dengan keterbatasan.

Direktur BSI Bungas Mahakam, Iwan Harwidian Maharisma, mengungkapkan bahwa sebelum BSI hadir, bank sampah di tingkat masyarakat menghadapi tiga tantangan utama: kesulitan transportasi dalam menjual sampah terkumpul, keterbatasan lahan untuk penampungan, serta ketidakpastian harga jual sampah yang kerap berubah-ubah.

“Sebelum BSI berdiri, bank sampah unit menghadapi tantangan besar seperti masalah transportasi untuk menjual sampah terkumpul, keterbatasan lahan untuk penampungan, serta ketidakpastian harga jual sampah yang fluktuatif,” ujar Iwan, dikutip dari Antara Kaltim, Minggu (27/7/2025).

BSI Bungas Mahakam yang dibentuk berdasarkan SK Wali Kota Samarinda pun hadir membawa sejumlah solusi konkret. Salah satu fasilitas utamanya adalah layanan penjemputan langsung dari bank sampah unit, yang membuat persoalan armada dan penumpukan sampah bisa teratasi.

Tak hanya itu, BSI juga menetapkan katalog harga tetap untuk 23 jenis sampah yang dapat diterima. Sampah dengan nilai jual mulai dari plastik, kertas, kardus, logam, hingga minyak jelantah kini memiliki standar harga yang jelas. Misalnya, plastik dihargai antara Rp4.000–Rp4.500 per kilogram, dan logam seperti aluminium bisa mencapai Rp8.500 per kilogram.

“Harga sampah bervariasi tergantung jenis dan kualitasnya,” jelas Iwan.

BSI juga aktif melakukan pendampingan rutin kepada masyarakat dan pengurus bank sampah unit. Program ini bertujuan untuk memastikan proses pemilahan sampah dari sumbernya berjalan dengan baik. Semakin baik pemilahannya, semakin tinggi pula nilai ekonomis yang bisa didapatkan warga.

Dalam operasionalnya, BSI mengelompokkan nasabah ke dalam dua kategori, yaitu nasabah reguler dan nasabah prioritas. Nasabah reguler akan mendapatkan jadwal penjemputan teratur di masing-masing kecamatan. Sementara itu, nasabah prioritas yang mampu mengumpulkan sampah dalam jumlah besar bisa meminta penjemputan kapan saja tanpa menunggu jadwal.

“Sedangkan nasabah prioritas yang mampu mengumpulkan sampah dalam jumlah besar, bisa meminta penjemputan kapan saja tanpa harus menunggu jadwal,” tambah Iwan.

Model kerja BSI Bungas Mahakam ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menjaga kebersihan lingkungan, serta memperpanjang usia TPA di kota tersebut.

BSI juga menerapkan sistem transaksional langsung, di mana hasil penimbangan sampah yang dijemput akan langsung ditransfer ke rekening bank sampah unit dalam waktu maksimal 24 jam.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x