src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bandara Sepinggan Bidik 6 Juta Penumpang pada 2026, Optimistis Jadi Gerbang Utama IKN

Bandara Sepinggan Bidik 6 Juta Penumpang pada 2026, Optimistis Jadi Gerbang Utama IKN

3 minutes reading
Tuesday, 6 Jan 2026 11:24 112 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Sepinggan Balikpapan menargetkan dapat melayani sedikitnya enam juta penumpang sepanjang tahun 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya, di mana Bandara Sepinggan mencatat sekitar 5,2 juta penumpang sepanjang 2025.

Dilansir dari Antara Kaltim, General Manager Angkasa Pura Bandara Sepinggan R Iwan Winaya Mahdar menyampaikan optimisme tersebut didukung oleh peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ia menilai langkah ini akan memperkuat peran Bandara Sepinggan sebagai simpul transportasi utama di Kalimantan Timur.

Menurut Iwan, target penumpang Bandara Sepinggan sejalan dengan posisi strategis Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan dan penopang mobilitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan fungsi tersebut, Bandara Sepinggan diyakini tetap menjadi pusat pergerakan masyarakat, pekerja, dan logistik dari dan ke kawasan IKN.

“Dengan peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, serta kolaborasi dengan para pihak, kami optimistis target itu bisa tercapai,” kata General Manager Angkasa Pura Sepinggan R Iwan Winaya Mahdar.

Optimisme pengelola Bandara Sepinggan juga ditopang oleh tingginya arus penumpang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam kurun dua pekan, Bandara Sepinggan melayani sekitar 320.000 penumpang, sebuah angka yang dinilai mencerminkan potensi pertumbuhan di tahun berjalan.

Iwan merinci, puncak arus keberangkatan di Bandara Sepinggan terjadi pada 22 Desember 2025 dengan hampir 19 ribu penumpang. Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan sekitar 17 ribu penumpang. Untuk mengantisipasi lonjakan, Bandara Sepinggan melayani 16 penerbangan tambahan atau extra flight.

Selama periode Nataru, Bandara Sepinggan juga mencatat adanya 18 kejadian keterlambatan penerbangan akibat cuaca buruk. Meski demikian, seluruh kejadian tersebut dapat ditangani dengan baik tanpa mengganggu keselamatan penerbangan maupun kualitas layanan kepada penumpang Bandara Sepinggan.

Guna memastikan kelancaran operasional, Angkasa Pura mengoperasikan Pos Koordinasi Nataru di Bandara Sepinggan selama 22 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Pos ini menjadi pusat pengamanan dan pelayanan arus penumpang selama masa libur panjang.

Koordinasi lintas instansi di Bandara Sepinggan dinilai berjalan efektif. Unsur TNI, Polri, Otoritas Bandara, AirNav, Basarnas, serta perwakilan maskapai bersinergi menjaga aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang selama periode angkutan Nataru.

Sepanjang 2025, aktivitas Bandara Sepinggan juga tercermin dari data pergerakan pesawat dan kargo. Tercatat sebanyak 48.292 pergerakan pesawat, dengan total penumpang mencapai 5.271.140 orang dan volume kargo sebesar 55.583 ton.

Dari sisi rute, penerbangan Balikpapan–Jakarta menjadi yang paling diminati di Bandara Sepinggan, disusul rute Balikpapan–Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan. Aktivitas penumpang di Bandara Sepinggan juga cenderung meningkat pada akhir pekan dan libur panjang.

Iwan menegaskan bahwa Bandara Sepinggan tidak hanya berfungsi sebagai penghubung perjalanan masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam mendorong pergerakan ekonomi, sektor jasa transportasi, serta mobilitas pekerja dan pelaku usaha di Kalimantan Timur.

“Bandara Sepinggan ini tetap menjadi pintu gerbang utama pergerakan orang dan barang di Kalimantan Timur,” ujarnya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x