24.4 C
Samarinda
Wednesday, February 21, 2024

APBD 2024 Samarinda Tembus Rp5,1 Triliun, Andi Harun Senang

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA-DPRD Kota Samarinda menggelar rapat paripurna masa sidang III dengan agenda mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024 dengan besaran mencapai Rp5,1 triliun.

Besaran APBD 2024 mengalami kenaikan. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan perasaan senang dengan kenaikan ini sebab anggaran itu diperuntukkan untuk pembangunan Kota Samarinda. Terutama yang berkaitan dengan program pengendalian banjir, perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Tetap kita pertahankan program yang masih harus dilanjutkan, kita dorong terus kemanfaatan pada masyarakat,” katanya.

Selain itu, Pemkot masih tetap akan berfokus pada penataan kota di antaranya adalah pengolahan sampah di Kota Samarinda serta Tepian Maahakam yang akan menjadi Teras Samarinda serta pembenahan kawasan bisnis Citra Niaga.

Perbaikan trotoar yang ramah disabilitas, termasuk mempertahankan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PROBEBAYA) juga menjadi fokus.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda Herman Barus menjelaskan kenaikan APBD 2024 mencapai Rp 5,1 triliun karena beberapa sektor melebihi target meliputi Dana Bagi Hasil (DBH) yang melonjak tinggi dari Pemerinntah Pusat.

Pada bulan Februari 2023, dana ini telah cair sebesar Rp 159 miliar dan telah dipasang pada target APBD Perubahan 2023. Selanjutnya, target yang sama untuk APBD Murni 2024 dikarenakan terdapat pencairan pada Oktober 2023 sebesar Rp 159 miliar.

“Sebelumnya tidak dianggarkan, jadi nanti jadi Silpa pada APBD 2023,” ungkapnya.

Herman juga menjelaskan, pada APBD 2024 terdapat UPK Sawit yang sebelumnya belum pernah dianggarkan, tetapi Pemkot Samarinda mendapatkan sekitar Rp 48 miliar.

“Pendapatan Rp 3,9 triliun ditambah Silpa dan lain sebagainya itu total pencapaiannya Rp 5,1 triliun tersebut,” katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, terdapat beberapa pendapatan yang belum teranggarkan pada APBD Perubahan 2023 berkaitan dengan perubahan regulasi. Salah satu contohnya adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 218/PMK.07/2022 tentang Perubahan Rincian Bagi Hasil Tahun Anggaran 2022.

Menurutnya, Pemkot Samarinda memiliki dana kurang salur sekitar Rp 560 miliar dan angka dana lebih salur yang telah ditentukan batasnya di Rp 467 miliar untuk APBD murni 2024. (Misfan)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -