src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Anggota DPRD Kutim Adi: Perlunya Pengelolaan Anggaran yang Baik untuk Memaksimalkan Penanganan Banjir

Anggota DPRD Kutim Adi: Perlunya Pengelolaan Anggaran yang Baik untuk Memaksimalkan Penanganan Banjir

waktu baca 2 menit
Jumat, 25 Nov 2022 09:40 257 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, KUTAI TIMUR – Permasalahan banjir masih menjadi perhatian serius oleh Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, tak terkecuali , Adi Sutianto Ketua Komisi C DPRD Kutim.

Masih pada kesempatan yang sama Kamis (24/11) media mewawancarai politisi Golkar terkait akan permasalahan banjir tersebut.

“Tentunya masalah banjir yang belakang mungkin dalam setiap tahunnya mewarnai Kabupaten kita ini, senantiasa menuai beragam polemik, saya pernah melakukan koordinasi baik dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim membahas intens antisipasi penanganan banjir yang sewaktu – waktu bisa saja terjadi,” ulas Dewan Adi.

Dewan Adi mengatakan banjir dapat saja disebabkan sedimentasi (pendangkalan) pada dasar bantaran arus sungai yang semestinya dapat dilakukan pengerukan secara rutin termasuk pada gorong – gorong dan saluran drainase. “Terutama saluran drainase perlu tata kelola yang baik serta jelas arah muaranya jangan sampai malah buntu,” ulasnya.

Dirinya tengah memperjuangkan bersama pemerintah daerah melalui dinas terkait dalam estimasi anggaran pengelolaan pembangunan sistem normalisasi sungai. “Besar kecilnya anggaran tentunya seusai dengan hasil penanganannya secara maksimal kedepannya,” jelas Adi.
Adi ingin kedepannya adanya pengelolaan pada aliran Sungai Muara Sangatta dengan baik. “Selain masalah penanganan banjir yang menjadi perhatian saya, begitu juga halnya menyangkut prasarana pendukung Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang perlu rasanya kelengkapannya dapat ditambah lagi,” jelasnya.

Dari informasi yang didapatkannya lebih memprihantinkannya lagi unit perahu karet yang dimiliki hanya empat. “Tentunya dengan jumlah segitu tidak akan maksimal dalam membantu proses jalur evakuasi bagi para korban terdampak banjir nantinya,” beber Adi.

Harapan Adi kebutuhan mendesak “urgent” terlebih dalam penanganan banjir dapat lebih terperhatikan lagi.(adv/rin)

LAINNYA
x