src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Buku cerita anak karya Riyawan. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Berawal dari survei sederhana, Riyawan, alumni Fakultas Kehutanan Unmul Samarinda, berhasil menerbitkan buku edukasi cerita anak berjudul Petualangan Burung Jalak dan Pak Dirham si Penjaga Sungai.
Sosok Dirham terkenal sebagai aktivis yang konsentrasi terhadap perubahan ekosistem lingkungan sungai Tenggarong. “Buku ini lebih banyak mengangkat pemikiran tokoh Pak Dirham dalam menjaga sungai Tenggarong dari kerusakan lingkungan,” sebut Riyawan, Sabtu 24 Januari 2026.
Sungai Tenggarong, anak sungai Mahakam, kondisi terkininya dijelaskan di buku tersebut. Di wilayah hilir dipoles secara indah, tetapi sisi hulunya terabaikan dengan jelas dan nyata. “Kita bisa lihat, hilirnya dipoles bagus dan indah, ada taman musik hingga jembatan baru berada diatas sungai Tenggarong,” jelasnya.
Wilayah hulu Sungai Tenggarong, kata dia, tidak seperti dulu yang kaya berjenis ikan dan udang galah. Saat ini, hulu sungai tercemar limbah parah, praktek penangkapan ikan dengan setrum, air bangar hingga kehilangan keindahan dan keasriannya.
Pemkab Kukar, kata dia, juga ingin melakukan penataan di kawasan tepian hilir sungai Tenggarong, tapi sulit untuk dilakukan karena banyak rumah yang telanjur berdiri. Limbah rumah tangga dibuang langsung ke sungai.
Buku ini berisi sembilan bab setebal 75 halaman adalah hasil pemikiran aktivis pelestarian lingkungan. Selama ini, banyak pihak yang tak mau merespon sehingga Riyawan mengangkat ide-idenya lewat sebuah buku.
“Buku ini buat mengedukasi anak-anak agar mau peduli dan menjaga sungai di masa yang akan datang, jika tidak dijaga kerusakan akan semakin parah,” tegasnya.
Petualangan Burung Jalak dan Pak Dirham Penjaga Sungai terbit tahun 2026 oleh penerbit CV Diva Pustika Purbalingga Jawa Tengah. “Buku saya sudah ada di Perpustakaan Nasional dan Perpusda Kaltim,” jelasnya.(Andri)