src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> ‎Biaya Kuliah di Unikarta Paling Murah, Manajemen Kejar Pendapatan Baru dari Sektor Lain

‎Biaya Kuliah di Unikarta Paling Murah, Manajemen Kejar Pendapatan Baru dari Sektor Lain

3 minutes reading
Friday, 30 Jan 2026 20:34 218 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Wakil Rektor II Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Bidang Keuangan, Haji Mubarok, mengatakan biaya kuliah di Kampus Ungu terbilang murah. ‎”Biaya SKS dikenakan Rp 75.000 per SKS, biaya SPP per semester Rp 400.000,- sedangkan biaya ujian semester Rp 25.000,- per mata kuliah, itu terbilang murah,” rinci Mubarak, Jumat 30 Januari 2026.

Biaya kuliah untuk kelas non reguler atau khusus, Unikarta masih lebih murah dibanding kampus swasta lain. Meski tidak terlalu mahal, pihak Unikarta belum ada rencana mengambil kebijakan kenaikan biaya perkuliahan. Sebab, tahun 2024 silam sudah ada kenaikan biaya.
‎‎”Kami ingin semua bisa berkuliah di Unikarta dengan biaya yang terjangkau,” tegasnya.

‎Mantan Dekan FAI ini juga menyebut, belanja di Unikarta terbilang besar, bahkan tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima jika hanya mengandalkan SPP mahasiswa. Oleh sebab itu , manajemen harus jeli dan menerapkan skala prioritas dan menyesuaikan kondisi keuangan kampus. ‎”Belanja langsung, tidak langsung, dan biaya tidak terduga kampus kami tembus Rp 7 miliar lebih,” jelasnya.

Rektor Unikarta Prof Ince Raden mengarahkan agar ada sumber pendapatan baru guna penguatan finansial. Usaha lain yang sudah dikelola meliputi Unikarta Mart dan kawasan jajanan kampus. ‎”Tapi pendapatan yang kami terima dari unit usaha tersebut juga terbilang kecil,” jelasnya.

‎Manajemen kampus sedang mempersiapkan program baru yang digadang-gadang menjadi sumber pendapatan, yaitu Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) atau kuliah konversi. Ini ditujukan bagi orang yang pernah kuliah tapi DO di kampusnya, atau pekerja yang sedang berkuliah di kampus lain tapi putus study. Mereka bisa pindah ke Unikarta untuk dikonversi yang ada program studinya di kampus Ungu. ‎”Ini sedang kita rancang, besaran biayanya berapa, melalui program konversi tersebut,” ujarnya.

‎Di satu sisi, ada prodi yang jumlah mahasiswanya sedikit. Sedangkan prodi lain punya mahasiswa banyak. Semua harus dibiayai sebagai kebutuhan bersama. Yang terpenting, lanjut Mubarak, jangan ada klaim satu fakultas membantu fakultas lain. ‎”Ibaratnya satu universitas adalah satu tubuh yang mendukung satu dengan yang lainnya,” jelasnya.

‎Terkait rencana membuka Prodi baru seperti Fakultas Kedokteran dan  kesehatan, pihak kampus masih mengkaji lebih lanjut. Memang, prodi tersebut sangat menjanjikan serta sesuai kebutuhan kerja terkini yang diinginkan pemerintah. ‎”Membuka prodi baru terkadang fluktuasi juga jumlah peminatnya. Misalnya, saat angkatan pertama yang daftar banyak, di tahun kedua sedikit peminat, dan tahun ketiga banyak,” pungkasnya.

‎Untuk diketahui, Unikarta miliki tujuh Fakultas dan satu program Magister dengan berbagai prodi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan prodi manajemen, Fisipol dengan prodi Administrasi Publik, Faperta dengan prodi Agroteknologi dan agribisnis, Fateknik dengan prodi Teknologi Pertambangan, FKIP dengan prodi Bahasa Inggris, Teknologi Pendidikan dan PAUD, FAI dengan prodi Pendidikan Agama Islam dan Ekonomi Syariah. Terakhir, Fakultas Hukum dengan prodi Ilmu Hukum, serta Program Magister spesialis Administrasi Publik. (Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x