27.5 C
Samarinda
Wednesday, June 16, 2021

Air Sungai Bangai, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Kaltim

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sejak beberapa hari ini, Sungai Mahakam mengalami air bangai, dimana terjadi perubahan warna pada air sungai. Namun kondisi ini tidak hanya terjadi di sungai-sungai di Samarinda saja, tetapi juga sungai-sungai yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yakni di Sungai Kedang Kepala Muara Kaman.

Air bangai di sungai-sungai ini lazim terjadi setiap tahun, namun beberapa sungai seperti sungai Kedang Kepala Muara Kaman, tak hanya alami perubahan warna tapi juga beraroma tidak sedap hingga mengganggu warga.

Menyikapi kejadian itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, walaupun bangai adalah siklus rutin yang terjadi di sungai, namun harusnya kondisi tersebut sudah bisa diantisipasi oleh masyarakat. Khususnya mereka yang kesehariannya memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari dan para petambak ikan.

“Karena ini terjadi berulang dan ini siklus tahunan, agar petambak sudah tahu antisipasinya. Pemerintah daerah harus melakukan sesuatu, agar kerugian tidak banyak di alami petambak kita,” ujarnya kepada awak media, usai mengikuti rapat Paripurna DPRD Kaltim, Rabu 9 Juni 2021.

Politisi dari PDIP ini meminta kepada pemerintah dan dinas terkait untuk melakukan kajian-kajian untuk dapat mengetahui dan mendeteksi lebih dini penyebab bangainya air sungai.

“Pemerintah daerah lakukan sesuatu kajian detail, supaya dideteksi asal muasalnya. Apakah dari sungai atau limbah. Kalau sudah terdeteksi masalahnya, bisa dilakukan treatment yang tepat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid mengatakan, ketika dirinya melaksanakan kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Sosper) ke daerah Muara Kaman, Kukar menerima keluhan dari masyarakat setempat terkait air sungai Kedang Kepala yang mengalami kondisi bangai. Bahkan warga enggan menggunakan air sungai karena khawatir, lantaran air sungai Kedang Kepala beraroma tidak sedap.

“Warga mengeluh air sungai bangai. Dimana terjadi perubahan warna, dari kuning sampai orange. Ini memang siklus tahunan dan sudah biasa. Soal ada keluhan warga juga yang menyampaikan bahwa air sungai bau, ada kemungkinan surutnya air danau di sekitar sungai Kedang Kepala menyebabkan berbagai macam tumbuhan ikut terbawa ke sungai, hingga menyebabkan bau. Tapi ada juga kelompok warga yang menduga, baunya air sungai disebabkan limbah kelapa sawit. Karena daerah itu memang dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit,” tutupnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

Komentar

kaltim/" data-order-by="social" data-numposts="5" data-width="100%" style="display:block;">
- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar