29.2 C
Samarinda
Wednesday, December 8, 2021

Ada Kepastian Umrah, Penyelenggara di Kaltim Mulai Bergeliat

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Angin segar bagi para calon jemaah umrah asal Kalimantan Timur. Kementrian Agama telah menerbitkan surat edaran bernomor B-11.029 tertanggal 11 Oktober 2021 yang mengatur pemberangkatan jemaah jika Pemerintah Arab Saudi telah membuka pintu bagi jemaah asal Indonesia.

Kepala Cabang Tour and Travel NRA Samarinda Dewi Sartika membenarkan adanya titik terang tersebut. Walaupun keberangkatan jemaah masih bergantung kepada keputusan yang final dari Pemerintah Arab Saudi.

“Kita masih menunggu keputusan yang final dari Pemerintah Arab Saudi tetapi karena sudah ada edaran dari Kemenag, kita sudah mulai mempersiapkan teknisnya,” ujarnya via telepon kepada headlinekaltim.co, pada 15 Oktober 2021.

Menurutnya, persiapan untuk memberangkatkan jemaah diharuskan sesuai protokol kesehatan.

“Kami juga akan mendata calon jamaah umrah apakah sudah mendapatkan vaksinasi COVID dosis lengkap atau belum,” bebernya.

Saat disinggung berkaitan biaya pemberangkatan jemaah yang akan membengkak dalam masa pandemi, dia membenarkan.

“Mengenai masalah biaya umrah kemungkinan akan kami bahas kembali dan akan ada penyesuaian tarif,” jawabnya.

Dikutip dari idxchannel.com, Kabid Umrah DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Zaky Zakariya mengatakan regulasi karantina bagi calon jamaah terbaru 2021 masih disusun dan belum final.

“Bulan lalu saya mengikuti FGD bersama Kemenlu, Kemenhub, dan instansi lain memang belum final jadi terkait regulasi pasca pandemi ini yang perlu disiapkan lebih matang lagi oleh pihak Kemenag, khususnya karantina,” kata Zaky, Jumat 15 Oktober 2021.

Dirinya menyebut berbagai regulasi di tahun ini akan berbeda dari regulasi pelaksanaan umrah di tahun ini akan berbeda, jilid ke 2 bulan lalu ada beberapa rencana perubahahan termasuk umroh satu pintu hingga karantina.

“Dalam kesempatan itu Kemenag menyampaikan karantina diusulkan selama 11 hari dan itu nanti juga tentu sangat memberatkan bagi penyelenggara dan jamaah jika diterapkan,” paparnya.

Dirinya membeberkan kenapa 11 hari dengan estimasi 3 hari sebelum seberangkat 8 hari setelah pulang dari tanah suci.

“Kemenag waktu itu 11 tapi regulasi terbaru dari pemerintah karantina dari luar itu jadi hanya 5 hari, jadi kita belum tau sebelum berangkat perlu karantina atau tidak 3 hari seperti yang diwacanakan, moga-moga tidak,” tambahnya.

Pihak Amphuri mengaku masih menunggu kepastian dari pihak pemerintah dan regulasi dari karantina hingga aturan kedatangan kepulangan.

Penulis: Erick

Editor: MH Amal

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU