src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Flyer Samarinda Cultural Fest 2025 yang diadakan 22 – 27 Juli 2025. (Foto: Google Drive berkas rincian kegiatan Samarinda Cultural Fest 2025)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kota Samarinda kembali bersiap menjadi panggung akbar kebudayaan. Melalui gelaran Samarinda Cultural Festival (SCF) II tahun 2025, identitas multikultural kota ini akan ditampilkan dalam balutan seni, tradisi, dan kuliner selama enam hari penuh, dari tanggal 22 hingga 27 Juli di Rumah Adat Budaya Daerah, Jalan Kadrie Oening, Air Hitam.
Festival ini digagas oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda sebagai wujud nyata penguatan identitas lokal serta perekat solidaritas antar komunitas. Lewat kegiatan ini, Samarinda menunjukkan bahwa keberagaman bukan hanya dirayakan, tapi juga dijaga bersama.
“SCF bukan hanya festival milik Samarinda, tapi milik semua budaya yang tumbuh di sini. Dari Kutai, Banjar, Karo, Sunda, hingga Tionghoa, semuanya punya ruang untuk tampil dan dihargai,” ujar Barlin Hady Kesuma, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Rabu (16/7/2025).
SCF 2025 akan menghadirkan partisipasi aktif dari berbagai komunitas budaya, seperti Laung Kuning Banjar Samarinda, Keluarga Kerukunan Medang, Yayasan Dharma Bhakti, HMKI, RBK, hingga Paguyuban Warga Sunda Samarinda. Mereka akan membawakan beragam ritual adat, pertunjukan seni, serta sajian kuliner khas masing-masing daerah yang mewakili semangat kebhinekaan.
Tidak hanya berfokus pada pertunjukan, festival ini juga menyasar generasi muda melalui berbagai lomba permainan rakyat dan olahraga tradisional tingkat SMP/MTs. Tujuannya jelas: menanamkan nilai budaya sejak dini agar warisan tak terputus di tengah arus modernisasi.
Kegiatan puncak SCF II akan menampilkan seni budaya khas Kutai yang dipersembahkan oleh Lembaga Budaya Adat Kutai (LBAK). Selain itu, piagam penghargaan juga akan diberikan kepada generasi muda yang aktif melestarikan budaya, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar anak muda terus mengambil peran dalam menjaga identitas daerah.
Dengan suguhan budaya yang lengkap, dari hiburan hingga edukasi, SCF 2025 diharapkan menjadi destinasi wisata budaya baru bagi warga Samarinda dan sekitarnya. Terbuka untuk umum, acara ini juga ideal sebagai sarana rekreasi keluarga yang edukatif dan membangun nilai kebersamaan lintas etnis.
Artikel Asli baca di rri.co.id
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya