src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Foto : Rakor Pemutahiran Daftar pemilih untuk Pemilu 2024.(foto : Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Berdasarkan pemutahiran data pemilih sementara untuk pemilu 2024, ditemukan data ribuan orang yang sudah meninggal dunia masih tercatat sebagai pemilih.
“Sampai saat ini, kami temukan 2.200 nama orang yang sudah meninggal dunia, masih terdaftar sebagai pemilih,” sebut Ketua KPU Kukar, Purnomo, Senin 20 Februari 2023, usai Rakor Pemutahiran Daftar Pemilih.
Purnomo menyebut, pihaknya akan membenahi data kacau tersebut dan akan menghapusnya. Akan tetapi, untuk menghapusnya tidak mudah karena harus ada surat keterangan kematian dari Ketua RT dan akte kematian dari Disdukcapil.
“Untuk men-delete-nya kita harus libatkan perangkat yang ada di Pemkab Kukar,” sebutnya.
Bupati Kukar Edi Damansyah memberikan perhatian besar terhadap persoalan daftar pemilih yang bermasalah ini.
“Persoalan ini bukan hanya terjadi di Kukar, tapi daerah lain juga mengalami hal serupa,” sebutnya.
Edi meminta kepada petugas pemutahiran data KPU Kukar bisa bersinergi dengan Camat, Lurah dan Kades serta RT agar orang yang sudah meninggal dunia tidak lagi terdata daftar pemilih.
“Kalau kerjanya teliti, pasti bisa kita antisipasi,” sebutnya.
Edi mencontohkan, dalam setiap pemilu, Kecamatan Sangasanga memiliki partisipasi yang sangat rendah di pemilu jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya se-Kukar.
“Pas kita kumpulkan seluruh RT di Sangasanga, masalahnya, orang meninggal masih tercatat sebagai pemilih,” ucapnya.
Edi mengapresiasi Rakor pemutahiran daftar pemilih yang dilakukan secara intens demi menghasilkan pemilu yang berkualitas.
“Kami dari Pemkab Kukar mendukung penuh, jika ada proses pemutahiran data pemilih, kami siap membantu sampai sukses,” pungkasnya.(#)
Penulis: Andri